HUT RI ke 77

Menteri Desa PDTT : Pemerintah Ingin Wujudkan Desa Tanpa Kelaparan

Penugasan presiden itu, untuk sejalan dengan komitmen kepala negara agar pembangunan digencarkan dari Indonesia Timur

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
SAMBUTAN - Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu 17 Agustus 2022  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Menteri Desa PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) Abdul Halim Iskandar ditugaskan Presiden Jokowi untuk merayakan HUT RI ke-77 tahun di kawasan perbatasan negara.

Menteri Halim kemudian merayakan peringatan kemerdekaan di Kabupaten Belu NTT. Ia bersama rombongan tiba kemarin, Selasa 16 Agustus 2022 dan akan kembali ke Jakarta, Kamis 18 Agustus 2022.

Penugasan presiden itu, untuk sejalan dengan komitmen kepala negara agar pembangunan digencarkan dari Indonesia Timur.

Dengan itu, menurutnya, program dari Kementrian Desa diarahkan ke kawasan Indonesia Timur, termasuk NTT. Fokus utamanya adalah melakukan pendampingan pada kelompok petani kecil di desa.

"Itu hanya ada di Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. Ada lima provinsi. Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas untuk menghadiri atau merayakan kemerdekaan di daerah perbatasan," sebutnya.

Menteri Halim terkesan dengan mentalitas yang luar biasa dari warga di perbatasan. Dia menyebut ada jargon yang membuatnya terkesima dan itu perlu disyukuri.

"Kami memang di perbatasan tapi kami bisa berkembang tanpa batas. Ini luar biasa. Bapak gubernur saya merasa bangga sekali dimana sepanjang jalan, istri saya terus mengucapkan rasa syukur Tuhan yang maha esa karena masih diberikan kesempatan lahir di tempat yang jauh lebih baik daripada yang saya kunjungi hari ini," jelasnya.

Dia menerangkan, hikmah dibalik ini adalah syukur dari sang istri atas nikmat yang diberikan. Dia menyebut perjalanan yang melelahkan dengan 18 jam ke perbatasan namun sangat mengesankan.

Halim berkisah, saat menuju Desa Tubu Kabupaten Belu, tak banyak yang ia bayangkan. Dia kaget, saat tiba di lokasi dan menemukan adanya fasilitas pendukung dan tenaga kesehatan. Baginya, ini sangat bagus.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov NTT. Dia mengakui bahwa NTT tidak seperti yang dibayangkan dari luar pikir orang. Situasi ini perlu dikemukakan agar diketahui.

Pembangunan di desa sebenarnya diarahkan pada sektor operasional atau konkrit. Ini juga dituangkan dalam arah kebijakan pembangunan desa atau SDGs Desa. Satu-satunya, yang menjadi arah bentuk percepatan pembangunan desa dengan beberapa tujuan.

Tahun 2024 ditargetkan angka kemiskinan ekstrim nol persen. Ukurannya adalah penghasilan 1,99 US Dollar per hari tiap warga atau Rp 11.200.

Mengacu pada angka ini, maka warga yang berpenghasilan dibawa angka demikian maka masih tergolong miskin. Seluruh potensi, kata dia, perlu dioptimalkan untuk menanggulangi Kemiskinan ekstrim.

Selain itu, Pemerintah ingin mewujudkan desa tanpa kelaparan. Pemerintah tidak ingin kedepannya, para pemimpin generasi penerus terkena stunting.

Ketika dua hal ini tercapai maka, dilanjutkan dengan pendidikan desa yang berkualitas. Semua itu akan terus dikerjakan bersama-sama.

Satu lain adalah, pelibatan perempuan dalam menyusun tiap kebijakan. Halim berkaca pada pengalamannya saat menjadi anggota legislatif hingga menteri. Istrinya senantiasa menemani dan ia mendapat cukup banyak manfaat.

Dia memberi contoh, di Jawa Timur telah terbentuk koperasi perempuan. Dan ketika dikendalikan oleh kelompok perempuan, maka keuangan akan terjaga.

Arah kebijakan pembangunan, lanjut dia, memang terus dilaksanakan untuk mewujudkan desa ekonomi produktif dan merata.

"Ini bisa kita buktikan karena kesenjangan di desa itu jauh lebih mudah didapatkan daripada kesenjangan di Kota. Disparitas ekonomi di desa lebih mudah didekatkan dari pada disparitas ekonomi di Kota," jelas dia.

Dia meyakini, jika semua program ini berjalan dengan baik maka 71 persen penduduk yang ada di desa akan mengalami perkembangan yang signifikan.

90 persen wilayah Indonesia yang ada di desa juga akan mengalami peningkatan dalam penanganan. Ketika total 7.461 desa ditangani dengan baik, maka itu setara dengan penyelesaian 85 persen masalah di Indonesia.

Dengan ini, sangat penting pembangunan di desa searah dengan visi misi Presiden Jokowi, membangun dari pinggiran, membangun dari Desa.

Dukungan dari kepala daerah terutama di NTT akan menjadi sangat penting dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan.

NTT juga justru akan semakin maju dengan kerja bersama yang dilakukan bersama semua pihak, termaksuk Pemerintah provinsi NTT. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved