Berita Nasional
MENGERIKAN, Dari Balik Jeruji Besi Ferdy Sambo Diduga Perintahkan Anak Buah Serang Timsus, Benarkah?
Dari balik jeruji besi, Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dikabarkan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Timsus Mabes Polri. Benarkah?
POS-KUPANG.COM - Dari balik jeruji besi, Mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo dikabarkan telah memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Timsus Mabes Polri yang menangani kasus pembunuhan Brigadir J.
Kabar mengejutkan tersebut kini viral di media sosial. Bahwa sedikitnya 20 oknum polisi akan menyerang Timsus Mabes Polri jika terus mengejar Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Nofryansah Yosua Hutabarat.
Dugaan ini dihembuskan Ketua IPW ( Indonesia Police Watch ) Sugeng Teguh Santoso, tatkala mengomentari kasus Ferdy Sambo yang telah jadi tersangka dan terancam hukuman mati atas pembunuhan Brigadir J.
Untuk diketahui, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan menjadi tersangka dan telah pula ditahan. Bahkan ia terancam hukuman mati karena tindak pidana yang dilakukannya.
Baca juga: Bongkar Semua Kebusukan Irjen Ferdy Sambo Cs, Kapolri Listyo Kini Tuai Dukungan Presiden dan DPR

Meski jabatannya sebagai Kadiv Propam sudah dicabut dan yang bersangkutan sudah ditahan, tetapi ia masih punya pengaruh kuat di tubuh Polri.
Kuatnya pengaruh itulah sehingga saat ini irjen Ferdy Sambo diisukan melakukan perlawanan terhadap Timsus Mabes Polri yang kini menangani perkara tersebut.
Artinya Irjen Ferdy Sambo tak tinggal diam. Ia bahkan terus berusaha untuk lolos dari perkara tersebut dengan cara menyerang para pihak yang menyerangnya.
Sugeng Teguh Santoso mengatakan, saat ini kabar tentang intervensi atau perlawanan Ferdy Sambo ke Timsus Mabes Polri semakin kencang.
Bahwa Tim Ferdy Sambo diduga akan menyerang anggota timsus secara pribadi dengan berbagai cara.
"Adakah informasi yang didapatkan IPW terkait intervensi yang dilakukan oleh FS ke sejumlah nama, belakangan akan dipanggil juga untuk diminta keterangan ?" tanya presenter sebagaimana yang dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan TV One News, Selasa 16 Agustus 2022."
IPW mendapatkan informasi, bahwa ada upaya "perlawanan" kepada timsus. Bentuk perlawanan itu dikabarkan menyerang ke pribadi Timsus.
"Penyerangan itu melalui pendiskreditan nama baik. Ada sedikit data yang pada kami," pungkas Sugeng Teguh Santoso.
Bahkan Sugeng Teguh Santoso juga menyinggung soal indikasi adanya pergerakan dari anggota kepolisian yang berjumlah 20 orang.
Baca juga: Nasib Kapolda Metro Jaya Diujung Tanduk, Kini Terseret ke Pusaran Kasus Ferdy Sambo
20 Anggota polisi tersebut, kata Sugeng Teguh Santoso, adalah tim yang diduga mendukung Ferdy Sambo.
"Ini masuk akal, karena sempat ada penjagaan ketat di Mako Brimob sebelum Ferdy Sambo diperiksa Inspektorat Khusus dalam dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus Brigadir J. Ini terjadi pada 4 Agustus 2022, sebelum ia dijadikan tersangka."