Prakiraan Cuaca NTT

Ancaman Kekeringan Melanda Sumba Timur, Rote Ndao dan Sabu Raijua, BMKG Ingatkan Dampak Buruknya

Ancaman Bencana Kekeringan melanda Sumba Timur, Rote Ndao dan Sabu Raijua, BMKG: Waspada dampak buruknya seperti Karhutla dan Krisis Air Bersih

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
istimewa
Bencana Kekeringan Ancam NTT/ ilustrasi kekeringan - Ancaman kekeringan melanda Sumba Timur, Rote Ndao dan sabu Raijua. BMKG: waspada dampak buruknya 

POS-KUPANG.COM-  - Provinsi NTT memasuki puncak Musim Kemarau. Bersamaan dengan itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang mengingatkan pemerintah dan masyarakat terkait ancaman kekeringan. Menurut pantauan BMKG, ancaman kekeringan akan melanda Sumba Timur, Rote Ndao dan Sabu Raijua. Karena itu, BMKG mengingatkan dampak buruk dari bencana kekeringan tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji dalam keterangan tertulis di Kupang, Kamis 4 Agustus 2022 menyebutkan 3 daerah tersebut kini suda masuk status awas kekeringan

Rahmattulloh Adji  kemudian merincikan, di Kabupaten Rote Ndao ancaman kekeringan terjadi Kecamatan Rote Barat Laut. Sementara di Sumba Timur terjadi di Haharu dan Sabu Raijua di Kecamatan Raijua. 

Lebih lanjut Adji menjelaskan, ketiga wilayah tersebut mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari dengan peluang di atas 70 persen.

Baca juga: Profil Distrik Kuyawage, Daerah Rawan KKB Papua, Kini Terdampak Embun Beku Hingga Kekeringan

Sementara itu, umumnya wilayah lain di NTT juga mengalami HTH lebih dari 31 hari dengan status waspada kekeringan.

Ancaman bencana kekeringan ini, kata Rahmatullah Adji, perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berdampak buruk pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.

Karena itu, ia menyarankan agar kegiatan menanam diutamakan pada tanaman yang tidak membutuhkan banyak air sehingga berpeluang memberikan hasil untuk dipanen.

Selai itu, dampak buruk yang timbul akibat kekeringan yakni berkurangnya ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih sehingga diharapkan masyarakat dapat menghemat penggunaan air.

Baca juga: Waspada Kekeringan Meteorologis, BMKG Keluarkan Peringatan Sumba Timur Status Awas 

Bencana kekeringan juga, kata Rahmatullah Adji, dapat meningkatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang bisa meluas dengan cepat saat terjadi angin kencang yang bersifat kering.

"Masyarakat perlu menghindari praktik yang memicu titik api seperti membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok secara sembarangan di area terbuka," katanya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved