KKB Papua

Bos KKB Papua Benny Wenda Sesumbar Ambil Alih Urusan Negara Papua Barat

Presiden Sementara United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP Benny Wenda menyatakan sudah siap mengambil alih urusan Negara Papua Barat.

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Alfons Nedabang
DAILYPOST.VU
DI VANUATU - Presiden Sementara Gerakan Pembebasan Papua Barat, Benny Wenda disambut Chairman of VWPISA Committee, Elder Job Dalesa (kiri), mantan Sekretaris Jenderal SHEFA Morris Kaloran dan Freddy Warome di Bandara Internasional Port Vila Vanuatu, Senin 4 Juli 2022. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Sementara United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP Benny Wenda menyatakan sudah siap mengambil alih urusan Negara Papua Barat.

Bos Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua itu menegaskan bahwa telah membentuk kabinet yang terdiri dari 12 anggota, dengan Perdana Menteri Edison Waromi. Benny Wenda menyampaikan itu saat kunjungan hari terakhir di Port Vila, Vanuatu.

Dia juga menyampaikan bahwa siap berdialog dengan Presiden Joko Widodo. Namun sampai dengan saat ini Indonesia hanya diam.

“Pada tahun 2019, saya mengumumkan bahwa saya siap untuk berdialog dengan Presiden Indonesia dalam perjalanan untuk Negara Papua Barat, melalui dialog untuk pengakuan berdaulat negara kami yang telah dicuri Indonesia. Inilah posisi saya sekarang. Sejak itu Indonesia diam,” kata Benny Wenda, dilansir dari thetpn-pbnews.com, Kamis 28 Juli 2022.

Benny Wenda membandingkan dengan perjuangan merebut kemerdekaan bagi Negara Vanuatu. “Kami mengikuti jejak perjuangan Kemerdekaan Pemimpin Vanuatu dengan pengibaran Bendera Vanuatu oleh Pemerintah Sementara Rakyat (Partai Nasional Hebrides Baru) pada November 1977."

Baca juga: Benny Wenda Gelar Pertemuan Rahasia dengan Pejabat Vanuatu, Serahkan Bendera Papua Barat

"Akhirnya Resident Commission Inggris dan Prancis setuju untuk mendengarkan mereka berbicara tentang aspirasi politik mereka untuk melepaskan diri dari kolonialisme setelah 74 tahun pemerintahan kolonial bersama, pada tanggal 30 Juli 1980,” tambah Benny Wenda.

Dia yakin bahwa Jakarta (Indonesia) yang sekarang diam, akhirnya akan setuju untuk duduk untuk berbicara tentang West Papua’s Freedom seperti yang dilakukan Inggris dan Prancis. 

"Para pemimpin ULMWP sekarang sudah siap untuk menentukan nasib politik di tangan mereka. Jadi, percayakan kami untuk mulai terlibat dengan Indonesia. Itulah posisi kami saat ini,” ujarnya.

Benny Wenda berharap Indonesia mengizinkan Komisiner Tinggi PBB untuk mengunjungi Papua Barat, sebagaimana permintaan 108 negara anggota ACP serta UE.

Menurutnya, Indonesia menerapkan taktik penundaan selama tiga tahun terakhir. “Doa saya agar PIF mengulangi seruannya sesuai dengan resolusinya,” ucapnya.

Selain itu, Benny Wenda mendesak Indonesia menarik 25 ribu anggota TNI dari Papua Barat. Kehadiran TNI berdampak warga lokal mengungsi dari desanya.

“Para pengungsi pribumi kemudian harus kembali ke desa mereka. Kita tahu bahwa banyak dari mereka yang kelaparan dan banyak dari mereka telah meninggal."

Baca juga: Pemerintah Sementara Papua Gelar Rapat, Ada Benny Wenda dan Senator Spanyol Gorka Elejabarrieta

“Sekarang orang-orang fokus pada perang di Ukraina tetapi bagaimana dengan enam puluh tahun jika perang terjadi di wilayah? Inilah sebabnya saya menantang saudara-saudari Melanesia untuk melihat dulu saudara-saudara Anda yang menderita di Papua Barat sekarang,” kata Benny Wenda.

Dia menyebut kehadiran 25 ribu anggota TNI mengakibatkan perpindahan 100.000 orang Papua Barat dari pemukiman mereka. Hampir 450 orang telah meninggal dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut tujuh pendeta telah dibunuh oleh militer Indonesia.

Saat dia berbicara, dia mengatakan orang-orangnya masih di semak-semak. Untuk itu, ia meminta Komisaris Tinggi PBB untuk mengunjungi Papua Barat, serta perwakilan dari Afrika Karibia Pasifik (ACP) dan Uni Eropa (UE).

“Ini adalah doa saya agar Pemerintah Perdana Menteri Bob Loughman saat ini juga akan menyinari Komisaris Tinggi PBB untuk mengunjungi Papua Barat,” tambahnya.

Puji Vanuatu

Benny Wenda memuji Negara Vanuatu. Ia memiliki kesan tersendiri terhadap Vanuatu.

“Bagi saya, Vanuatu seperti rumah saya karena saya disambut oleh ‘wantoks’ - orang yang membuat saya betah. Setibanya saya di bandara, saya disambut oleh Panitia Perjuangan Kemerdekaan Papua Barat Vanuatu lengkap dengan Pengibaran Bendera Papua Barat. Saya menjadi emosional dengan gerakan ini," ujarnya.

Kedua, lanjut Benny Wenda, Vanuatu memprakarsai penyatuan berbagai faksi di Papua Barat menjadi ULMWP pada tahun 2014.

Baca juga: Manuver Benny Wenda di Luar Negeri untuk Papua Barat, Cari Dukungan dari Parlemen ke Parlemen

“Dukungan solid dari kedua mantan Perdana Menteri Mr Joe Natuman pada tahun 2014 diikuti oleh Mr Charlot Salwai akan selalu dikenang oleh rakyat. Kemudian pada tahun 2018, mereka memberi ULMWP sebidang tanah dengan kantor untuk menjalankan Kantor Internasional Papua Barat saya di Port Vila untuk melobi pengakuan internasional untuk Papua Barat," papar Benny Wenda.

“Sekarang saya kembali ke kantor saya dan telah bertemu dengan kedua Presiden Dewan Kepala Nasional Malvatumauri serta Dewan Kepala Efate Vaturisu di mana Port Vila berada, dan Komite Papua Barat Vanuatu dan Asosiasi Papua Barat Bebas Vanuatu,” tambahnya.

Pada tahun 2019, kata Benny Wenda, PIF mengeluarkan resolusi di Tuvalu untuk mendukung Komisi HAM PBB untuk mengunjungi Papua Barat.

“Saya yakin bahwa pemimpin PIF akan mengulangi seruan yang sama kepada Komisaris Tinggi untuk mengunjungi Papua Barat,” katanya.

Benny Wenda mengatakan, meskipun Vanuatu adalah negara kecil, namun memiliki hati yang besar dan membuat negara-negara besar di dunia duduk untuk memperhatikan kehadirannya.

Menurutnya, seluruh dunia perlu belajar dari Vanuatu, negara kecil dengan suara yang kuat di dunia. “Dengan kami di Papua Barat, tanpa Vanuatu kami tidak akan pernah sampai sejauh ini,” katanya.

“Setiap hari di Papua Barat, pria, wanita, dan anak-anak membicarakan Vanuatu. Vanuatu bagi masyarakat Papua Barat adalah segalanya. Bagi mereka, Vanuatu adalah nambawan," ucap Benny Wenda. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved