Selasa, 19 Mei 2026

Timor Leste

Ramos Horta Dorong Kerja Sama Pencegahan Terorisme dengan Indonesia

Kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta sejak Selasa 19 Juli 2022, membahas berbagai hal, termasuk pencegahan terorisme.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/NANANG ESHA
KULIAH UMUM - Presiden Timor Leste saat memberikan kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 20 Juli 2022. Dia memuji Indonesia sebagai negara paling toleran meskipun memiliki penduduk beragam. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta ke Indonesia sejak Selasa 19 Juli 2022, membahas berbagai hal, termasuk pencegahan terorisme.

Dia memuji keberhasilan Indonesia dalam menangani kasus terorisme, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT).

Hal itu disampaikan Ramos Horta ketika bertemu dengan Kepala BNPT Komisaris Boy Rafli Amar, sebagaimana disampaikan melalui keterangan tertulis BNPT, Kamis 21 Juli 2022, yang diberitakan laman bahasa Inggris antaranews.com.

Bahkan, katanya, tidak hanya Timor Leste yang memuji Indonesia, melainkan juga negara-negara barat.

Dia pun menilai Indonesia sebagai negara yang paling toleran dan damai, yang patut diapresiasi mengingat penduduk Indonesia berjumlah 273 jiwa. 

Dia mengatakan, negara-negara Barat memandang BNPT aktif dalam upaya pencegahan terorisme.

"Indonesia adalah negara Muslim yang damai," katanya.

BNPT menjalin kerja sama yang erat dengan negara mitra, pemerintah, dan masyarakat untuk mencegah radikalisme dan terorisme, kata Boy Rafli Amar, melalui keterangan tertulis, Kamis.

Rafly Amar mengatakan, penyalahgunaan agama oleh teroris masih menjadi tren. Untuk itu, kerja sama dengan ormas-ormas keagamaan diperlukan untuk menyelaraskan persepsi, mengingat terorisme bukan bagian dari ajaran agama, katanya.

Propaganda dengan cepat menyebar melalui dunia digital.

Menyikapi hal tersebut, edukasi tentang ajaran agama yang mengedepankan toleransi dan cara berinteraksi yang baik di media sosial menjadi strategi yang efektif untuk diterapkan, jelas Amar.

Badan tersebut saat ini berfokus pada pencegahan yang melibatkan upaya untuk mengembangkan semangat toleransi, termasuk membangun pemahaman di antara masyarakat bahwa terorisme tidak ada hubungannya dengan agama.

Baca juga: Ramos Horta Akui Kemajuan Jakarta, Sering ke Ibu Kota Negera Indonesia Sejak Tahun 1974

Selain Timor Leste, Indonesia menjalin kerja sama dengan Belgia untuk memperkuat upaya pencegahan terorisme.

BNPT menandatangani nota kesepahaman dengan Unit Koordinasi Belgia untuk Analisis Ancaman (CUTA) di Brussels, Belgia.

BNPT Indonesia dan CUTA Belgia bekerja sama dalam mitigasi terorisme melalui pertukaran informasi, analisis strategi, serta praktik terbaik yang diikuti oleh kedua negara.

Selain bertemu Kepala BNPT Boy Rafly Amar, Ramos Horta juga memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 20 Juli 2022.

Di UIN Syarif Hidayatullah, Ramos Horta kembali menegaskan pentingnya upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme.

Dia mengatakan, tidak ada agama yang mengajarkan dan mendukung terorisme. Justru sebaliknya agama mendorong nilai-nilai perdamaian.  

Menurutnya, negara Eropa dan AS masih banyak konflik antar etnis dan umat beragama.

"Saya mau katakan Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim paling toleran di dunia," kata Jose Ramos Horta kepada Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi di Jakarta, dikutip dari Program Rosi, Jumat 22 Juli 2022.

Ramos Horta menilai, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama muslim terbesar di dunia.

Meski mayoritas, Indonesia tetap merangkul agama lain yang tersebar di berbagai kepulauan.

Dia beranggapan, Indonesia adalah negara yang paling sedikit memiliki ketegangan etnis dan agama bila dibandingkan dengan negara lain.

"Saya katakan, bukan hanya paling toleran di antara sesama negara muslim, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan AS, sehingga Indonesia adalah salah satu contoh yang baik untuk toleransi dalam keberagama," ucap dia, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Ramos Horta menilai, Indonesia menjadi salah satu negara yang sukses dalam pembangunan bangsa.

Dia bahkan menggunakan istilah antara siang dan malam jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia pada tahun 1974.

Di sisi bahasa persatuan misalnya, Indonesia berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Padahal, negara ini memiliki sekitar 500 bahasa daerah. Namun di mana pun, bahasa Indonesia tetap dipakai sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan.

"Anda memiliki 500 bahasa daerah dan kalian berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama oleh berbagai grup etnis. Jadi ini adalah kesuksesan persatuan nasional," ungkap dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Indonesia juga menjadi negara dengan pelajar luar negeri yang kembali paling banyak ke dalam negeri.

Hal ini menandakan para pelajar memiliki keterikatan dengan daerah dan kota asalnya.

"Setelah lulus, setelah studi di US dan lainnya, lebih dari 95 persen pelajarnya kembali ke Indonesia. Itu memperlihatkan besarnya rasa cinta pada negaranya," tutur Ramos Horta.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Timor Leste berkunjung ke Indonesia dan menemui sejumlah tokoh di tanah air.

Pada Selasa 19 Juli 2022 pagi, Ramos Horta menemui Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.

Horta juga diketahui berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) keesokan harinya, Rabu 20 Juli 2022.

Di sana, Horta bertemu dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Baca juga: Ramos Horta Memveto Undang-undang Pertanggungjawaban Presiden Timor Leste

Ramos Horta juga bertemu Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam pertemuan itu, Ramos-Horta dan Nashir membahas kerja sama di beberapa sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan misi kemanusiaan, di mana Muhammadiyah aktif.

"Kami juga berbagi pandangan dengan Presiden Ramos-Horta yang juga memperhatikan perdamaian global dan masalah kemanusiaan," kata Nashir.

“Yang kita bahas tadi adalah aspek-aspek itu, kepedulian kita bersama dengan Presiden Ramos-Horta tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan yang multikultural, pluralistik, dan moderat dapat hidup dalam komunitas global,” tambahnya.

Ia kemudian menyampaikan harapannya agar Muhammadiyah dapat bekerjasama lebih jauh dengan pemerintah Timor Leste di berbagai bidang, termasuk membuka kantor cabang atau mendirikan sekolah Muhammadiyah melalui kemitraan dengan entitas lokal di Timor Leste.

Kunjungan Ramos-Horta ke Muhammadiyah merupakan bagian dari delapan hari kunjungan kenegaraannya ke Indonesia—pertama setelah dilantik sebagai Presiden Timor-Leste Mei lalu.

Pada Senin 19 Juli 2022, Ramos-Horta bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, untuk pertemuan bilateral dan meninjau penandatanganan nota kesepahaman.

Sebelumnya, ia mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, dan meletakkan karangan bunga untuk menghormati prajurit yang gugur. *

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved