Berita Kota Kupang Hari Ini

Bayar Pajak Gunakan Aplikasi untuk Atasi Kebocoran

Dijelaskan Matheus Radjah, berkaitan dengan percepatan penggunaan uang non tunai, maka aplikasi tersebut diterapkan untuk mengatasi kebocoran

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/OBY lEWANMERU
POSE BERSAMA - Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Anggota DPD RI, Hilda Manafe dan unsur Forkopimda Kota Kupang pose bersama saat Pekan Panutan Pembayaran PBB Pedesaan dan Perkotaan (PBB- P2) Tahun 2022, Kamis 14 Juli 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG-  Pembayaran pajak secara online atau menggunakan aplikasi online merupakan salah satu upaya mengatasi adanya kebocoran-kebocoran dana pajak.

Salah satu aplikasi yang digunakan adalah aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, Matheus B.L. Radjah, S.H, M.Hum, di sela-sela Pekan Panutan Pembayaran PBB Pedesaan dan Perkotaan (PBB- P2) Tahun 2022.

Acara ini berlangsung di halaman Kantor Bapenda Kota Kupang, Kamis 14 Juli 2022.

Menurut Matheus, QRIS merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR.

"Aplikasi ini tentu juga memudahkan wajib pajak membayar pajak atau membayar pajak secara non tunai," kata Matheus.

Baca juga: Pekan Panutan Pembayaran PBB, Wali Kota Kupang Pacu Warga Kota Bayar Pajak

Dijelaskan, berkaitan dengan percepatan penggunaan uang non tunai, maka aplikasi tersebut diterapkan untuk mengatasi kebocoran-kebocoran.

Sedangkan untuk kelancaran administrasi pelaporan maka pihaknya juga saat ini sudah menggunakan satu aplikasi.

"Aplikasi khusus atau internal tersebut, yang mana aplikasi ini bisa dipantau langsung Wali Kota Kupang. Misalnya pajak hotel maka pak Wali bisa pantau," katanya.

Dikatakan, selama ini pembayaran pajak secara online baru pada pajak reklame dan PBB, tapi tahun ini sudah dilakukan secara online.

"Jadi kaitan dengan penggunaan untuk non tunai. Kedepan kita akan kerja sama dengan bank lain, karena sudah ada MoU dengan Bank Indonesia," katanya.

Baca juga: Wali Kota Kupang Minta Seluruh Jemaat Jaga Situs Gereja GMIT Kota Kupang 

Dia juga mengakui, selama ini pajak belum begitu terasosiasi dengan baik, sehingga saat ini, pihaknya menyiapkan layanan melalui WhatsApp.

Siapa yang ingin tahu informasi atau masalah dengan pajak, maka masyarakat bisa menyampaikan melalui WhatsApp yang tersedia.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved