Senin, 13 April 2026

Berita Rote Ndao Hari Ini

Catat Rekor Muri, 2051 Penari Te'o Renda Bentuk Barisan CBP

Lalu penari perempuan mengenakan baju adat biasanya dilengkapi dengan berbagai aksesori lain seperti Bula Molik yang dipakai pada kepala

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
TARIAN - 2051 Penari Te'o Renda membentuk barisan CBP (Cinta, Bangga dan Paham) Rupiah di halaman depan Kantor Bupati Rote Ndao Bumi Ti'i Langga Permai. Jumat, 08 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao NTT berhasil mencatatkan rekor dengan menyelenggarakan tarian Tari Te'o Renda yang diikuti ribuan warga.

Museum Rekor Indonesia atau MURI mencatat ada 2.051 penari yang terlibat. Mereka datang dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Rote Ndao.

Menari massal ini diadakan di halaman depan Kantor Bupati Rote Ndao Bumi Ti'i Langga Permai, Jumat, 08 Juli 2022.

Baca juga: Angkatan Bintara Polri TTNT Polres Rote Ndao Gelar Baksos, Kapolsek: Kami Tidak Kaya, Tapi Peduli

Kegiatan ini diadakan dalam rangka HUT Bank Indonesia ke-69 yang jatuh pada tanggal 01 Juli 2022 lalu dan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-20 pada tanggal 02 Juli 2022 yang lalu.

Pantauan POS-KUPANG.COM, warga begitu sangat antusias datang untuk menyaksikan tarian dengan lautan manusia tersebut.

Seperti biasanya para penari menggunakan pakaian adat khas budaya orang Rote. Penari laki-laki memakai topi khas orang Rote, Ti'i Langga yang terbuat dari daun lontar yang sudah kering dan berwarna kuning kecokelatan.

Lalu penari perempuan mengenakan baju adat biasanya dilengkapi dengan berbagai aksesori lain seperti Bula Molik yang dipakai pada kepala.

Aksesoris yang berbentuk bulan sabit ini tepatnya dipakai di dahi. Selain itu, ada selempang, sarung, serta ikat pinggang yang terbuat dari perak atau emas bernama pendi.

Baca juga: Hadiri HUT Kabupaten Rote Ndao ke-20, Begini Pesan Kapolres dan Dandim

Sebagai pelengkap, peserta perempuan yang menggunakan baju adat juga memakai kalung di leher bernama habas.

Saat diawawancarai awak media, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan pada intinya Tarian Te'o Renda yang sakral untuk menyambut tamu terhormat diadakan dalam rangka peringatan HUT BI ke-69 dan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-20.

"Kegiatan hari ini sangat penting untuk kita, dalam rangka peringatan tanggal 01 Juli yang merupakan Hari Ulang Tahun Bank Indonesia yang ke-69, kemudian tanggal 2 Juli adalah Ulang Tahunnya Kabupaten Rote Ndao yang ke-20," kata I Nyoman A. Atmaja.

Terkait barisan penari yang membentuk tiga huruf CBP, disebutkannya, Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Rote Ndao yang merupan bagian Selatan dari NKRI.

"Kita tahu Rote Ndao itu adalah bagian Selatan dari Indonesia, sering kali disebut Selatan Negeri Indonesia, jadi sangat istimewa sebenarnya posisi dari Rote Ndao," ungkapnya.

Baca juga: Peringati HANI 2022, Kepala BNNK Ronda Komit Rote Ndao Tetap Bersinar

Pulau yang sering disebut oleh Presiden Jokowi, sebagai salah satu dari 4 penjuru angin, dari Miangas sampai Rote Ndao, dari Sabang sampai Marauke.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved