Berita Manggarai Barat Hari Ini

Mengenal Kampung Topak Rahong Manggarai, Pusat Litterasi Anak dan Warga Harap Hadirkan Listrik 

Selain keberadaan SD dan Puskesmas pembantu, Kampung Topak juga sudah memiliki Kapela sederhana untuk dijadikan tempat Doa Bersama.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
KELOMPOK - Kelompok Anak yang bernama Laskar Pelangi di Topak Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai saat temu Anak dan FAKAM pada Sabtu 2 Juli 2022. Aksi anak anak yang tergabung dalam laskar Pelangi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, merupakan satu-satunya kampung yang menjadi pusat Litterasi anak.

Lokasi Kampung Topak berada di radius 20 Km dari ibu kota Kabupaten Mangarai yaitu Kota Ruteng.

Jarak yang dekat dari ibu kota Ruteng seakan lupa dari perhatian pemerintah. Perhatian dari kondisi infrastruktur buruk hingga belum terakomodir jaringan listrik.

Baca juga: Dorong Budaya Literasi, Anita Gah Tantang Kades Bangun Perpustakaan Desa

Selain itu, Kampung Topak merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Golo Langkok. Mayoritas masyarakat Kampung Topak yakni bertani sawah dan hortikultura.

Desa Golo Langkok sudah menyandang menjadi Desa maju sejak 10 tahun silam. Tapi menyandang sebagai desa maju berbanding terbalik dengan keberadaan kampung Topak yang masih dalam kategori Dusun terisolir.

Menjadi Desa maju menjadi mala petaka bagi masyarakat kampung Topak. Dengan status tersebut seakan kampung Topak menjadi bagian dari kemajuan itu sementara keberadaan kampung Topak lumput dari pembangunan baik infrastruktur jalan maupun penerangan listrik.

Sudah hampir sepuluh tahun semua wilayah Desa Golo Langkok merasakan sentuhan Negara dalam bentuk penerangan listrik namun hal itu menjadi mimpi bagi masyarakat kampung Topak yang hingga kini belum dialiri jaringan listrik.

"Kita adalah korban, alih Alin menjadikan Desa sebagai Desa Maju tapi mereka tidak memikirkan keberadaan Dusun Topak yang jauh dari infrastruktur yang memadai, dan juga jaringan listrik, ini kecerobohan pimpinan desa kita dulu," ungkap Bernabas Anggal tokoh masyarakat di kampung Topak pada Sabtu 2 Juli 2022.

Baca juga: Taman Baca Uibaha Membangun Karakter dan Memupuk Literasi Anak-anak Kolhua Sejak Usia Dini

Selain itu, Kampung Topak di huni empat ratus lebih penduduk dengan mayoritas pekerjaan masyarakat bergelut dalam bidang peternakan dan pertanian hingga budidaya tanaman holtikultura.

Keberadaan Kampung Topak ini didukung dengan hadirnya Sekolah dasar dengan nama SDN Topak. Sementara fasilitas kesehatan berupa Puskesmas Pembantu Topak yang selalu menjadi pusat konsultasi kesehatan dan bersalin untuk warga kampung Topak.

Selain keberadaan SD dan Puskesmas pembantu, Kampung Topak juga sudah memiliki Kapela sederhana untuk dijadikan tempat Doa Bersama.

Keberadaan fasilitas ini dikampung Topak tidak berjalan maksimal dengan tidak adanya faktor pendukung lain seperti ketersedian listrik sementara saat proses persalinan seperti partus sangat membutuhkan aliran listrik yang memadai.

Berdasarkan fakta tersebut, setiap kali ada warga kompung Topak yang hendak melahirkan, petugas medis kewalahan, tidak jarang juga banyak pasien yang harus rujuk ke UPTD Puskesmas Wangko.

Selama masa pandemi Covid 19 yang menuntut siswa-siswa menggunakan sekolah daring menjadi persoalan serius bagi baik bagi guru maupun siswa itu sendiri.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved