Konflik Taiwan

Menlu Inggris Liz Truss Desak Barat untuk Tidak Membiarkan Perang Ukraina Terulang di Taiwan

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan negara-negara barat harus belajar dari kesalahannya karena gagal mencegah invasi Rusia ke Ukraina.

Editor: Agustinus Sape
Europa Press News/GettyImages/Chinese Foreign Ministry
KONFLIK TAIWAN - Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss (kiri) mengingatkan Barat jangan sampai Perang Ukraina terulang di Taiwan. Namun jubir Kemlu China Zhao Lijian (kanan) langsung membantah dan meminta pihak mana pun untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri China. 

POS-KUPANG.COM - Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan bahwa Negara-negara barat harus belajar dari kesalahannya karena gagal mencegah invasi Rusia ke Ukraina dan menerapkan pelajaran itu untuk " melindungi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan".

Namun, pernyataan Menteri Luar Negeri tersebut langsung dibantah pihak China dengan meminta pihak luar untuk tidak ikut campur urusan dalam negeri China.

Ketegangan antara Taiwan dan China, yang mengklaim pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ketika China meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan untuk menekannya agar menerima pemerintahan China.

Baca juga: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia, Ini Harapan Missionaris dari Indonesia

Terlepas dari protes Beijing, Liz Truss mengatakan bahwa Barat, dan khususnya negara-negara di kawasan Indo-Pasifik, harus memastikan Taiwan dipertahankan.

“Kita perlu belajar dari Ukraina, bahwa kita bisa memastikan bahwa Ukraina memiliki kemampuan bertahan lebih awal,” kata Truss kepada radio LBC.

“Dan itu akan berbuat lebih banyak untuk mencegah Putin menyerang, yang disebut pencegahan dengan penyangkalan, dan itu adalah pendekatan serupa dengan pendekatan yang perlu kita ambil untuk negara-negara berdaulat lainnya, termasuk Taiwan,” tandasnya.

Kementerian luar negeri Inggris di Beijing mengatakan bahwa China telah mengajukan keluhan resmi kepada Inggris atas pernyataan Truss di Taiwan.

"Kurangnya akal sehat dan arogansi pernyataannya mengejutkan," kata juru bicara kementerian Zhao Lijian pada briefing reguler pada hari Kamis.

"Kami berharap dia tidak akan membuat pernyataan tidak bertanggung jawab seperti itu di masa depan," kata Zhao Lijian kepada media pada konferensi pers.

Zhao Lijian mengatakan bahwa beberapa pejabat senior Inggris baru-baru ini berulang kali menghebohkan masalah terkait Taiwan, dan China telah membuat pernyataan serius.

Zhao menekankan sekali lagi bahwa masalah Taiwan adalah urusan internal China dan tidak ada kekuatan eksternal yang berhak ikut campur. "Ini adalah norma dasar hubungan internasional," katanya.

Baca juga: Ke Ukraina Naik Kereta, ke Moskow Jokowi Naik Pesawat Bawa Misi Perdamaian ke Vladimir Putin

China menganut prinsip reunifikasi damai dan "Satu Negara, Dua Sistem" dan akan melakukan segala upaya untuk mengupayakan prospek reunifikasi damai, kata Zhao.

"Namun, kami tidak akan pernah duduk diam dan menonton kegiatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'," katanya.

"Pernyataan relevan yang dibuat oleh pihak Inggris secara mengejutkan merasa benar sendiri dan tidak memiliki akal sehat," kata Zhao.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved