Berita Kupang Hari Ini
Gempa 5,0 Magnitude Guncang Barat Laut Kupang NTT
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gempa bumi dengan kekuatan 5,0 Magnitude mengguncang wilayah pantai barat laut Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gempa tektonik itu terjadi pada Selasa 28 Juni 2022 pukul 22.52.12 WIB.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,41° LS ; 123,67° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 Km arah Barat Laut Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 82 km.
Baca juga: Selama Februari 2022 Terjadi 668 Kali Gempa Bumi di NTT
Bambang menyebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas tumbukan Lempeng Australia dan Busur Banda.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," sebut dia.
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Maumere dan Lembata dengan skala intensitas II - III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Adapun gempa bumi susulan, hingga hingga pukul 23.50 WIB, sesuai hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
Sementara BMKG, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 7,3 Guncang Jepang
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tambahnya.
BMKG menyarankan masyarakat dapat memperoleh informasi melalui media sosial ataupun kanal saluran resmi milik BMKG. (*)