Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juni 2022, Meneladani Hati Bunda Maria
Renungan Harian Katolik berikut ini disiapkan oleh RP. John Lewar SVD, dengan judul Meneladani Hati Bunda Maria.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ini disiapkan oleh RP. John Lewar SVD, dengan judul Meneladani Hati Bunda Maria .
Penyampaian Renungan Harian Katolik ini bertepatan dengan peringatan Hati Tersuci Santa Perawan Maria, Sabtu 25 Juni 2022 hari ini.
Renungan RP. John Lewar ini merujuk pada bacaan Injil Lukas 2:41-51, ingin mengajak umat Katolik untuk senantiasa belajar dari keteladanan Bunda Maria .
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Dua hari yang penuh rahmat terjadi secara berturut-turut. Gereja Katolik memberi hormat yang tinggi baik pada Hati Kudus Yesus maupun Hati Bunda Maria ibu Yesus.
Dua penghormatan itu dirayakan secara liturgis dalam dua hari berturut-turut di bulan Juni. Hari Jumat kemarin kita merayakan Pesta Hati
Kudus Yesus dan Hari Sabtu hari ini kita merayakan Pesta Hati Tersuci Bunda Maria.
Kita bersyukur karena diberi teladan dua hati yang berkualitas tinggi, yakni hati Yesus dan hati Maria. Hati Ilahi Yesus adalah ungkapan kasih Allah yang total kepada manusia; dan hati Maria adalah model paling istimewa orang beriman yang siap menanggapi kasih Tuhan itu.
Kita bersyukur karena diberi teladan dua hati yang berkualitas tinggi.
Sebagai orang Katolik, kita diajak untuk terus-menerus berjuang agar memiliki hati seperti mereka, yakni hati yang sabar, hati tenang, hati yang tulus dan kudus.
Lalu, apa yang harus kita lakukan agar memiliki hati seperti itu? Apa yang harus kita perbuat agar sebagai murid-murid Yesus, kita memiliki hati yang berkualitas?
Pada hari yang istimewa ini, mari kita memperhatikan keteladanan Bunda Maria.
Bunda Maria adalah pribadi yang tenang. Penginjil Lukas melukiskan bahwa setelah melahirkan Yesus, “Maria menyimpan segala perkara di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2: 19).
Sikap serupa juga diperlihatkannya ketika menemukan Yesus di Bait Allah di Yerusalam, setelah mencarinya selama tiga hari.
“Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (Luk 2: 51).
Maria menyimpan semua peristiwa yang ia alami dalam hatinya dan merenungkannya. Merenung di sini berarti memberi ruang pada keheningan untuk menyimpan dan merenungkan perkara-perkara kehidupan yang tidak semuanya dapat dimengerti.
Maria berusaha menemukan makna, arti, dan pesan dari setiap peristiwa yang terjadi. Bunda Maria melihat bahwa dalam setiap
peristiwa ada kehendak Allah, ada tangan Allah yang penuh kasih, yang akan membuat setiap orang semakin dewasa dan semakin percaya kepada-Nya.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kita punya masalah dan persoalan hidup. Apa yang kita lakukan sering kali berbeda dengan pengalaman Bunda Maria.
Peristiwa yang kita alami, kita pikirkan sebagai beban. Terkadang kita marah, berontak dan sakit hati.
Kita mengeluh tiada habis-habisnya, pihak lain divonis dan dipersalahkan.
Kita terus mengeluh: mengapa saya sakit, mengapa saya ditipu, mengapa hidup saya tidak bahagia, mengapa doa saya tidak pernah dikabulkan dan sebagainya.
Ujungujungnya kita mengeluh: mengapa Tuhan tidak adil terhadap kita.
Mari membangun hati kita agar memiliki kualitas sebagaimana Hati Yesus dan Bunda Maria.
Kita belajar pada Bunda maria untuk lebih sering merenungkan berbagai permasalahan hidup di dalam hati.
Kita mengupayakannya dengan aneka macam latihan rohani, baik secara pribadi maupun bersama, contohnya dengan membaca Kitab Suci, bermeditasi, devosi, atau mengikuti perayaan Ekaristi.
Kita bahkan dapat mengupayakannya melalui pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab harian kita, yakni dengan belajar melakukan itu semua dalam semangat cinta kasih.
Kasih akan membuat sesuatu yang kita kerjakan menjadi berbeda, menjadi lebih baik dari yang seharusnya.
Saudara-saudariku sekalian, milikilah hati yang selalu tersenyum, dan jadilah suci setiap saat oleh karena kasih Allah.
Kontemplasi
Diam sejenak dalam doa. Dengarkanlah berbagai suara yang terlintas di sekitar Anda. Berusahalah untuk mendengar dan tidak menolaknya, termasuk yang mengganggu Anda.
Ingatlah peristiwa yang paling mengganggu pikiran Anda saat ini. Bukalah hati Anda dan hadapilah dengan tenang. Yakinlah bahwa
Tuhan ada bersamamu dan membantu Anda.
Doa
Ya Allah Bapa Mahapengasih, pada peringatan Bunda PuteraMu kami Kauperkenankan ikut serta dalam penebusan kelak.
Penuhilah kami dengan rahmatMu, agar penyelamatanMu makin kami rasakan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Sabtu. Hari Raya Hati Tersuci Bunda Maria.
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juni 2022
Bacaan I: Yes 61:9-11
Aku bersukaria di dalam Tuhan.
Bacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, “Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara para bangsa, dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.”
Aku bersukaria dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya.
Sebab seperti bumi memancarkan tetumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan:
Refr: Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.
1. Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.
4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.
Bait Pengantar Injil:
Alleluya, Alleluya, Alleluya
Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya.
Bacaan Injil: Lukas 2:41-51
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret, dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-John-Lewar-SVD_01.jpg)