Idul Adha 2022

Contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2022, Kisah Nabi Ibrahim AS jadi Suri Tauladan

Tidak lama lagi umat Islam akan merayakan Idul Adha 2022. Tahun ini umat Islam sudah bisa melaksanakan sholat Idul Adha di masjid.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Yeni Rahmawati
Istimewa
IDUL ADHA - Contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2022, Kisah Nabi Ibrahim AS jadi Suri Tauladan. Idul Adha diperkirakan akan jatuh pada 9 Juli 2022, bagi yang bertugas untuk menyampaikan Khutbah Idul Adha 2022 berikut naskahnya. 

Jamaah sholat idul Adha yang dirahmati Allah

Berkaitan dengan kesabaran, Imam al-Ghazali menyebutkan ada tiga macam kesabaran:

  وَالصَّبْرُ عَلَى أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى طَاعَةِ اللهِ، وَصَبْرٌ عَلَى مَحَارِمِهِ، وَصَبْرٌ عَلَى اْلمُصِيْبَةِ 

Artinya: “Sabar itu terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjahui larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah.” (Al-Ghazali, Mukâsyafatul Qulûb, [Beirut, Dâr al-Qalam], halaman 16).

Jika kita renungkan lebih dalam, Nabi Ibrahim AS telah melaksanakan tiga macam kesabaran sekaligus, yakni sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya, dan sabar dalam menerima musibah berupa ujian berat.

Pertama, kesabaran Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT bisa kita lihat dari sikapnya yang segera melaksanakan perintah itu walau sebenarnya ada perasaan sedih di hatinya.

Meski Nabi, beliau tetaplah manusia sebagaimana umumnya yang memiliki perasaan.

Namun perasaan sedih itu berkembang menjadi keikhlasan setelah mendapat jawaban langsung dari Nabi Ismail AS sebagai berikut:  

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shaffât:102). 

Jamaah sholat idul Adha yang dirahmati Allah

Kesabaran kedua, sabar dalam meninggalkan larangan Allah. Keteguhan Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah tersebut merupakan kesabaran dalam mentaati Allah SWT.

Beliau tidak ragu sedikitpun untuk melaksanakan perkara haq sehingga tidak ada sedikitpun keinginan untuk bermaksiat dengan melawan perintah Allah.

Misalnya dengan melakukan protes atau bahkan menentangnya.

Bermaksiat kepada Allah adalah larangan keras apalagi bagi seorang Nabi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved