Minggu, 12 April 2026

Berita Kupang Hari Ini

Kunjungi Gereja GMIT Aku Ada Batulesa, Gubernur NTT Panen Bawang

Ditegaskan Gubernur Viktor, gereja harus jadi pioner kecerdasan, keberanian dan kepedulian. Bekerjalah dengan cara militan dan kompak

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-PROTOKOL
PANEN BAWANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang melakukan panen bawang bersama Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Saat mengunjungi Gereja GMIT Aku Ada Batulesa,  Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersamaa jemaat juga para undangan yang hadir Panen bawang perdana.

Pada kesempatan ini juga Gubernur NTT mengajak jemaat untuk tetap membangun semangat Kolaborasi.

"Gereja jangan bicara soal dosa. Karena kita sudah miliki garantor yang menebus dosa kita yaitu Yesus. Sang pencipta sudah menggaransi seluruh dosa kita. Tapi di dalam gereja, kita fokus bicara tentang kolaborasi," ujar Gubernur Viktor,  Selasa 21 Juni 2022. 

Bagi Gubernur NTT, pentingnya berkolaborasi dengan Tuhan dengan membangun diri sendiri dan orang lain perlu merumuskan dengan baik segala kecerdasan kita untuk membangun diri sendiri dan orang lain.

Ditegaskan Gubernur Viktor, gereja harus jadi pioner kecerdasan, keberanian dan kepedulian. Bekerjalah dengan cara militan dan kompak.

Viktor yang juga Politisi Nasdem ini pun meminta Bupati Kupang untuk duduk bersama menyampaikan berbagai hal terutama pembenahan infrastruktur soal jembatan-jembatan di Kabupaten Kupang yang perlu dibangun, seperti apa desainnya.

Baca juga: Hadiri Ulangtahun Bupati Kupang, Gubernur NTT Lakukan Cium Sabu

Menurutnya, membangun Jembatan di setiap wilayah Kabupaten Kupang yang kondisinya memprihatinkan dan sangat dibutuhkan masyarakat untuk akses jalan yang baik.

"Perlu biaya berapa banyak, intinya duduk bersama, bertukar pikiran sehingga ditemukan solusi,"tegas Gubernur.

Selain itu, hal lain yang Ia sampaikan di hadapan jemaat dan undangan yang hadir bahwa ia tidak menyukai kata "tidak bisa".

"Apa-apa tidak bisa. Bagaimana bisa maju kalau tidak pernah mau mencoba. Ubah pola pikir demikian. Pengetahuan, keberanian dan kepedulian adalah unsur utama untuk maju," ujarnya keras.

Dirinya salut kepada jemaat Gereja yang tidak pernah menyodor proposal, melainkan jemaat mengajak Gubernur untuk melakukan panen bersama.

Baca juga: Dalam Rapat Paripurna III, Gubernur NTT Sebut Catatan DPRD Sebagai Koreksi Dalam Pembangunan

Bagi dia itu tandanya ada perubahan dan bagi Gubernur pembangunan untuk atap gereja yang dibutuhkan Jemaat, Gubernur menyarankan alangkah baiknya menyelaraskan dengan alam, gunakan atap alang-alang.

"Alang-alang itu harganya melebihi harga seng. Dan untuk estetikanya, atap alang-alang sangatlah menarik. Kedepan, dianjurkan penggunaan atap dari bambu," sambungnya.

Pada acara ini juga, ada pemberian makanan tambahan kepada bayi dua tahun atau baduta, yang merupakan bagian dari sinergitas Pemprov, Pemkab dan Bank NTT.

Penggagas utamanya adalah Bank NTT yang peduli terhadap stunting. Makanan tambahan baduta ini diberikan kepada 34 perwakilan dari Puskesmas Batakte dan Desa Sumlili.(cr9)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved