Pilpres 2024

Elektabilitas Ganjar Naik Pasca Rakernas Projo, Kalahkan Prabowo dan Anies

Ganjar unggul jauh atas nama lainnya, yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Editor: Alfons Nedabang
YOUTUBE/GANJAR PRANOWO
Jokowi saat berkunjung ke Pasar Muntilan Magelang Jawa Tengah, Sabtu 21 Mei 2022, didamping Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Lalu, ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 3,3 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebesar 2,9 persen, Menteri BUMN Erick Thohir sebesar 2 persen, Ketua DPR Puan Maharani sebesar 1,8 persen dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebesar 1,2 persen.

Sedangkan yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 6,1 persen.

"Pada beberapa tokoh yang diuji sebagai bakal calon presiden, Ganjar Pranowo menjadi nama yang paling tinggi mendapatkan elektabilitas dari publik. Diikuti berikutnya oleh Prabowo yang terlihat cukup ketat bersaing dengan Anies dalam simulasi pengujian yang dilakukan," jelasnya.

Sebagai informasi, survei yang dilakukan Charta Politika ini dilakukan dalam rentang waktu 25 Mei- 2 Juni 2022 dengan melibatkan 1.200 sampel.

Adapun metode pengambilan surveinya dengan melakukan multistage random sampling serta melakukan proses wawancara tatap muka.

Baca juga: Indikasi Kuat, Ganjar Pranowo Bakal Ditendang PDI Perjuangan

Dari hasil survei tersebut didapati margin of error sekitar kurang lebih 2,83 persen dengan menerapkan quality control terhadap 20 persen responden.

Sinyal Dukungan Ganjar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada para relawannya yang tergabung dalam relawan Pro Jokowi (Projo) agar 'ojo kesusu' atau tidak buru-buru dalam menentukan sikap dan dukungan pada salah satu tokoh di Pilpres 2024 mendatang.

Di tengah sambutannya, Presiden Jokowi juga menyampaikan 'kode' bahwa boleh jadi tokoh yang akan dijagokan mendatang oleh Projo untuk maju pada pilpres mendatang adalah orang yang hadir dalam acara Rakernas V yang digelar di Magelang Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Publik pun menangkap bahwa sinyal Presiden Jokowi itu ditujukan kepada Ganjar Pranowo.

Melihat spekulasi soal dukungan itu, Presiden Jokowi kembali menyarankan kepada para relawannya untuk tidak tergesa-gesa untuk urusan politik jelang Pilpres 2024.

Setelah menggunakan istilah ojo kesusu, Jokowi kembali menggunakan istilah lainnya dalam bahasa jawa, yakni ojo dumeh.

Awalnya, Jokowi meminta para relawannya untuk tak berlebih dalam berperilaku.

Baca juga: PDIP Tak Terganggu Jika Ganjar Pranowo Melejit Lampaui Puan Maharani: Keputusannya di Tangan Bu Mega

"Kita semuanya harus introspeksi. Saya sendiri juga merasa banyak kekurangan perlu introspeksi. Kita semua juga perlu melihat kekurangan diri kita itu apa," kata Jokowi saat menghadiri Silaturahmi Relawan Tim 7 Jokowi Presiden di Ancol, Jakarta, Sabtu (11/6).

"Jangan mentang-mentang 'aduh karena saya relawan Jokowi, sekarang yang kita dukung jadi presiden' menjadi mentang mentang. Ojo dumeh. Kalau orang jawa bilang ojo dumeh. Jangan berlebihan dalam berperilaku. Jangan mentang-mentang dalam berperilaku," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved