Senin, 18 Mei 2026

Pilpres 2024

Elektabilitas Ganjar-Erick Tertinggi, Tiga ’King Maker’ Jadi Penentu Capres-Cawapres

Lembaga survei Poltracking Indonesia kembali mengeluarkan hasil survei internalnya menjelang pertarungan Pemilu 2024.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Kolase Tribunnes.com
Ganjar Pranowo dan Erick Thohir 

Berdasarkan hasil survei Poltracking, pasangan Ganjar-Erick memiliki elektabilitas 27,6 persen, mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani dengan elektabilitas sebesar 20,7 persen. "Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono 17,9 persen," kata Yuda.

Poltracking Indonesia juga membuat kombinasi pasangan lain. Hasilnya, Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno memiliki elektabilitas tertinggi dengan 26,7 persen. Diikuti Prabowo-Erick meraih angka 22,5 persen, dan Anies-Puan meraih angka 12,2 persen.

Survei Poltracking ini digelar sepanjang 16-22 Mei 2022 dan melibatkan 1.220 orang sebagai responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error nya kurang lebih 2,9 persen. Sedangkan pengumpulan data, kata Hanta, dilakukan dengan cara wawancara langsung atau tatap muka.

Baca juga: Hasil Survei: Anies Capres 2024 Paling Banyak Dibicarakan, Sentimen Prabowo Paling Positif, Ganjar?

Dalam kesimpulan surveinya Yuda juga memberikan analasisnya terkait adanya sosok berpengaruh besar atau Kingmaker dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Yuda menyebut berdasarkan kondisi peta politik yang diamatinya saat ini, termasuk sudah mulai terbentuknya koalisi-koalisi hingga pertemuan para petinggi partai politik, maka kata dia, akan terbentuk tiga poros capres-cawapres untuk pilpres mendatang.

Adapun poros pertama yakni PDIP karena memiliki presidential threshold (PT) tertinggi lebih dari 20 persen sehingga kata dia bisa mencalonkan sendiri. "Jadi kalau PDIP ternyata hanya sendiri atau berdua dua koalisi saja kemungkinan potensinya kita 3 poros," ucap Yuda.

Poros kedua kata Yuda yakni Koalisi bentukan dari Partai Golkar, PAN, PPP yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Selanjutnya, poros dari hasil pertemuan antara Ketua Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

"Itu juga membuat potensi membuat 1 poros yaitu terdiri dari, NasDem, Demokrat, PKS dan PDIP nanti sendiri," ucap Yuda.

Dari ketiga poros itu kata dia, ada beberapa sosok yang dinilainya mempunyai kendali besar atas pengusungan capres-cawapres nantinya. Paling anyar, Yuda menyebut nama Presiden Joko Widodo yang diduga menjadi Kingmaker bagi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Partai Golkar, PAN dan PPP.

"Saya bicara analisis Kingmaker. KIB itu Kingmakernya potensi besarnya adalah pak Jokowi di belakangnya. Karena kita tahu Golkar, PAN, dan PPP adalah partai-partai yang cukup dekat pada pak Jokowi sekarang ini dibandingkan partai-partai lain," kata

Kemudian untuk poros dari PDIP yang akan menjadi Queenmaker yakni sang ketua umum sekaligus mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Hasil Survei PSI Airlangga Capres Teratas, Golkar Kuasai Sumatera dan Jawa

"Queen maker nya? Yang jelas ada bu Mega kalau terjadi (PDIP maju sendiri), jadi keliatan ya bu Mega, dan pak Jokowi (Kingmakernya)," ucap dia.

Lebih lanjut, Yuda juga menyebut ada sosok Kingmaker lain yang diduga akan muncul dari hasil pertemuan antara Partai Demokrat dengan Partai NasDem. Adapun sosok yang dimaksud yakni, SBY, Surya Paloh dan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

"Satu lagi siapa Kingmakernya? yang berpotensi menjadi Kingmaker di sini adalah yang kemarin bertemu baru-baru ini, yaitu pak SBY, Surya Paloh, dan JK. JK adalah orang dekatnya Anies Baswedan," tutur dia.

Kendati begitu, kondisi terkait dengan peta politik ini kata Yuda masih dinamis dan bisa berubah mengingat kontestasi Pemilu masih sekitar 20 bulan lagi.

"Nah dugaan saya kalau PDIP 1 poros sendiri, akan 3 poros nanti terjadi, 3 poros mungkin potensinya akan berlangsung 2 putaran," tukas dia. (tribun network/riz/dod)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved