Pilpres 2024
Bendera HTI Berkibar di Deklarasi Anies Capres
Deklarasi itu adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja Anies selama memimpin Jakarta. Ia menilai Anies telah menjawab aspirasi umat Islam.
Bendera HTI Berkibar di Deklarasi Anies Capres
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sekelompok massa yang menamakan dirinya 'Majelis Sang Presiden' mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. Deklarasi bertajuk 'Sang Presiden Kami Anies Baswedan' itu digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2024).
Berdasarkan pantauan di lokasi, para deklarator yang hadir dalam deklarasi itu tampak seragam mengenakan atribut serba putih. Beberapa lainnya menggunakan gamis hitam.
Mereka mengaku adalah mantan anggota ormas Islam yang sudah dibubarkan pemerintah, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Adapula yang mengaku mantan narapidana terorisme (napiter).
"Ini kumpulan komunitas apa ya, ini bisa dikatakan seperti yang tadi. Bapak ini dari eks napiter, saya sendiri eks HTI. Ada juga sebagian dari simpatisan FPI, bukan mewakili ya, mereka perseorangan," kata Zainal Abidin yang mengklaim mantan anggota HTI.
Zainal mengatakan deklarasi itu adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja Anies selama memimpin Jakarta. Ia menilai Anies telah menjawab aspirasi umat Islam. "Kenapa kami mendukung Pak Anies? Pertama dalam kinerja di DKI sudah menjawab aspirasi umat islam," ujarnya.
Baca juga: Pendaftaran Capres Dibuka 19 Oktober 2023, KPU Siapkan Skenario Pilpres Dua Putaran
Sementara seorang anggota majelis yang mengklaim mantan napiter, Kartono, menilai Anies bisa membawa perubahan lebih besar jika menjabat sebagai presiden.
"Akan kami dukung, kami sokong agar nantinya kehidupan berbangsa menjadi lebih baik, lebih sejahtera, lebih damai sebagaimana yang kami harapkan," kata Kartono.
Deklarasi dukungan terhadap Anies itu juga sempat diwarnai ketegangan setelah ada empat bendera bertuliskan kalimat tauhid yang diduga atribut HTI ikut dikibarkan di atas panggung acara.
Dua orang panitia langsung meminta acara dihentikan sementara. Seorang panitia acara mengaku khawatir jika bendera itu berada di atas panggung akan menjatuhkan citra Anies. "Turunin itu bendera. Antum sayang Pak Anies nggak? Kalau sayang turunin itu bendera," kata seorang panitia di lokasi.
Peserta yang kukuh memasang bendera itu pun sempat berargumen, namun akhirnya bendera-bendera dengan kalimat bertuliskan Tauhid itu diturunkan dari panggung.
Saat dikonfirmasi, eks Juru Bicara HTI Ismail Yusanto dan tim advokasi FPI Azis Yanuar membantah ada perbincangan di dalam kelompok mereka untuk terlibat deklarasi Majelis Sang Presiden itu. "Tidak benar. Saya sama sekali tidak tahu kegiatan itu," ujar Ismail.
Baca juga: Jokowi Akui Beda Pendapat dengan Megawati
Ia menduga ada permainan dari fungsi intelijen dalam kegiatan deklarasi tersebut. "Sangat mungkin (ada fungsi intelijen), ada pihak ketiga sedang bermain," ucapnya.
Senada dengan Ismail, Aziz Yanuar juga mengaku tidak tahu ada kegiatan tersebut. Aziz juga tidak mau berkata banyak, namun dia mempunyai kecurigaan yang sama dengan Ismail, yakni adanya fungsi intelijen yang bermain dalam kegiatan tersebut. "Kemungkinan besar demikian. Kita sama-sama tahu lah," ungkapnya.
Azis mengungkapkan FPI belum menyatakan dukungan resmi pada siapapun dalam Pilpres 2024. "FPI secara resmi belum menyatakan dukungan kepada pihak dan atau sosok manapun terkait 2024. FPI fokus pada dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan serta penegakan hukum berkeadilan," ujarnya.