Berita NTT
Tiga Kabupaten di NTT Andalan Pemasok Sapi Tahun 2022, Kab Kupang Pemasok Terbanyak
Gubernur NTT telah menentukan kuota pengiriman ternak yakni sapi, kerbau dan kuda untuk tahun 2022 yang rata-rata 30 persen telah terealisasi per Apri
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT telah menentukan kuota pengiriman ternak yakni sapi, kerbau dan kuda untuk tahun 2022 yang rata-rata 30 persen telah terealisasi per April lalu.
Ada 3 kabupaten di NTT yang menjadi pemasok ternak sapi andalan tahun ini untuk kuota 63.554 ekor sapi dari 22 kabupaten kota.
3 kabupaten dengan kuota terbanyak untuk pengiriman ternak sapi keluar daerah ini adalah Kabupaten Kupang sebanyak 18.500 ekor, Timor Tengah Selatan (TTS) 15.000 ekor, Timor Tengah Utara (TTU) 10.000 ekor.
Sementara kabupaten kota lainnya rata-rata pada kuota ratusan dan ribuan seperti Belu dengan 4.000 ekor sapi dan Malaka 2.750 ekor sapi.
Kuota yang paling rendah untuk pengiriman sapi sendiri yaitu Sumba Tengah dengan 25 ekor sapi dan Lembata dengan 50 ekor sapi.
Sedangkan Kabupaten Flores Timur dan Alor tidak mempunyai kuota pengiriman sapi termasuk juga kerbau dan kuda tahun ini. Sama halnya Sumba Barat dan Sumba Barat Daya tak ada kuota pengiriman sapi dan kerbau tahun ini.
Kepala Disnak Provinsi NTT, Yohana Lisapally, menanggapi data yang diperoleh pada Kamis 3 Juni 2022 itu menyampaikan realisasi pengiriman sapi telah 35,32 persen per April lalu.
Untuk realisasi pengiriman ternak kerbau dari kuota 4.945 ekor dari semua kabupaten kota di NTT juga telah 33,49 persen. Sementara untuk kuda terealisasi 32,64 persen pada April lalu dari kuota 4.844 ekor.
Ia menyebut pihaknya tidak akan terburu-buru menjawab permintaan pasar nantinya demi menjaga populasi dan kualitas sapi di Provinsi NTT.
Permintaan pasar akan sapi jelang Idul Adha tahun ini diperkirakan meningkat setelah Jawa Timur, Aceh dan Lampung menjadi daerah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak seperti sapi.
Baca juga: Kepsek dan ASN Dikbud Malaka Senang Gunakan Aplikasi SOLOK LIA
"Bisa ada permintaan lebih," jawab Yohana Lisapally.
Hewan yang dikirim biasanya adalah jantan dan Disnak NTT tetap memperhitungkan untuk tidak mengirimkan jantan terbaik karena untuk menjaga produksi di dalam daerah.
"Kami akan melakukan kajian karena NTT tetap perlu melihat aspek keberlanjutan yaitu menjaga populasi dan kualitas ternak saat ini," sebut dia
