Opini

Jokowi

Presiden Jokowi mengunjungi Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 1-2 Juni 2022. Banyak pesannya.

Editor: Agustinus Sape
Foto pribadi
Ansel Deri 

Jokowi

Oleh Ansel Deri

Mantan Relawan Duta Jokowi

POS-KUPANG.COM - Warga dua wilayah di Pulau Flores masing-masing Kabupaten Ende dan Ngada serta Sumba Timur di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur boleh jadi akan merayakan kegembiraan paripurna.

Di simpang bulan Mei dan Juni, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan berbaur di tengah histeria lautan massa. Baik saat berada di Ende maupun Ngada lalu terbang menuju Sumba Timur dan berada di tengah warga Pulau Sandelwood, Rabu 2 Juni 2022.

Perjalanan resmi Presiden Jokowi di tiga kabupaten berbeda di tanah Flobamora ibarat kata pepatah ‘sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui’. Baik Jokowi dan para menteri serta pejabat tinggi lainnya dan warga memanen hasil yang sama: perjumpaan antara pemimpin dengan rakyat untuk saling mendengar apa kebutuhan warga dan apa langkah pemimpin selanjutnya.

Rasa haru, syukur, gembira warga atau kesal karena tak dapat berada dalam hitungan jarak dua hingga sepuluh meter sekadar melihat wajah Jokowi dan Ibu Negara akibat pengamanan ekstra ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta personil gabungan TNI-Polri dari Kodam Udayana, Polda NTT serta Korem 161/Wirasakti terhadap Kepala Negara seperti berkelebat melihat sosok orang nomor satu Indonesia itu.

Presiden Jokowi, seperti diketahui, berada di Ende dalam rangkaian perayaan Hari Lahir Pancasila tahun 2022 pada 1 Juni di Lapangan Pancasila.

Jokowi dan rombongan terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa 31 Mei 2022. Pesawat Kepresidenan melintas di atas langit Pulau Jawa dan menjelang Magrib menyentuh Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Ende, kota Pancasila. Sorenya, dengan menggunakan helikopter Jokowi tiba di Bandara Soa dan menyapa warga Ngada.

Lautan manusia meluber sekadar melihat Jokowi, sosok dan wajah pemimpin bersahaja yang pernah besar dari bantaran sungai ke bantaran sungai lainnya di Surakarta di tangan Noto Mihardjo dan Suhiatmi, orangtua terkasih yang juga berasal dari sebuah keluarga kecil dan sederhana.

Di Ende, Ngada, dan Sumba Timur, Jokowi, “anak kampung”, wong deso ini tentu melihat dari dekat wajah orang-orang kecil, rakyatnya yang mengelukan dan memanggil-manggil namanya meski suara warga segera tenggelam dalam hiruk pikuk dan ingar-bingar lautan manusia di pinggir jalan.

Warga menemukan sosok Jokowi, seorang pemimpin dan gaya kepemimpinan politik khas. Kepemimpinan politik tanpa pencitraan. Mengapa?

Sumba setelah Ngada

Dalam setiap kunjungan resmi, nampak Jokowi kerap “keluar” dari protokoler. Meski demikian, para anggota Paspampres terlihat sigap mengantisipasi luberan warga yang hingga jarak dua atau tiga meter dari Jokowi sekadar menyalami atau menyebut-nyebut namanya. Kerap Jokowi tanpa sengaja bisa menyuruh supir berhenti sejenak bila suara hatinya memanggil lalu mendekati warga di luar aturan protokoler.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved