Senin, 27 April 2026

Hari Pancasila

Jokowi : Pancasila Adalah Bintang Penuntun Indonesia

Putri Aso mengungkapkan kegembiraannya karena bisa mengikuti upacara hari lahir Pancasila bersama orang nomor satu di republik ini.

Editor: Rosalina Woso
TRIBUNFLORES.COM /PATRIS MEO DJAWA
Presiden Jokowi, saat mengenakan busana khas Ngada, Rabu 1 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Presiden Jokowi memimpin apel pada upacara peringatan hari Pancasila, 1 Juni 2022 di Kabupaten Ende. Apel dilaksanakan di lapangan Pancasila Kabupaten Ende, NTT.   
Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengenakan pakaian adat Ende. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Lodewijk Frederick, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Para Bupati Se-NTT serta para peserta upacara dan hadirin tamu undangan lainnya.

Presiden Jokowi dalam amanatnya mengatakan, Pancasila sebagai pemersatu bangsa juga sebagai bintang penuntun perjalanan bangsa Indonesia. 

Baca juga: Oknum Kepala Desa Berduaan Tengah Malam di Kamar dengan Istri Orang, Digerebek Warga yang Curiga

"Pancasila bukan hanya mempersatukan kita semua tetapi Pancasila menjadi bintang penuntun ketika menghadapi tantangan dan ujian.  Ini sudah dikukuhkan berkali-kali dalam sejarah perjalanan bangsa bahwa bangsa kita bisa berdiri kokoh dan kuat karena berlandaskan Pancasila," jelas mantan Wali kota Solo itu. 

Hari ini 1 Juni 2022, lanjutnya, diperingati hari lahir Pancasila di Kota Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Kota yang bersejarah ini, menurut presiden Jokowi, Proklamator Bung Karno merenungkan dan merumuskan Pancasila yang kemudian disahkan oleh PPKI sebagai Dasar Negara dan mewariskan Pancasila kepada Negara.

"Dari Kota Ende ini saya mengajak seluruh anak-anak bangsa dimanapun berada untuk bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini. 

Baca juga: 13 Ribu WNA Urus KTP Elektronik, Dirjen Dukcapil Perketat Syarat

"Saya ingatkan kita harus betul-betul mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Kita wujudkan dalam bernegara dengan  implementasi tata kelola Pemerintahan dan menjiwai interaksi sesama anak bangsa. Ini tugas kita bersama. Tugas komponen bangsa menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadirannya dan memberi manfaatnya bagi Indonesia," sambungnya. 

Jokowi mengajak seluruh pemimpin bangsa terutama para pejabat pemerintahan, tokoh agama , tokoh masyarakat, para pendidik dan pemimpin partai politik,  para pemimpin dan tokoh ormas, dan pemimpin lainnya untuk menjadi teladan dan menjadi contoh dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju mewujudkan cita-cita bersama.

Seusai Upacara tersebut, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Ny. Iriana menyempatkan diri untuk singgah di Taman Perenungan Bung Karno dan kemudian Presiden jokowi juga di anugerahi gelar "Mosalaki Ulu Beu Eko Bewa" (Pemimpin Yang Memiliki Wilayah Kekuasaan dan Masyarakat) sebagai  bagian dari budaya adat Ende. 

Untuk diketahui, Pakaian adat Ende yang dikenakan Jokowi terdiri dari Lesu yaitu kain yang dikenakan di Kepala Presiden sebagai lambang kebesaran Mosalaki, Luka/semba adalah selempang dengan simbol  gagah perkasa/perisai, serta Ragi yaitu sarung kain sebagai lambang kebesaran Lio Ende untuk menutup aurat.

Baca juga: Ribuan Kantor Cabang Bank Tutup, BRI Siapkan Jabatan Penyuluh Digital

Presiden Jokowi kemudian meneruskan  perjalanan ke Kabupaten Ngada menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU untuk kemudian meninjau Pasar Bobou dan Kampus Bambu Turutego Kabupaten Ngada.

Sementara itu Mosalaki Watukamba Kecamatan Maurole Pius Sai saat diwawancarai, mengatakan sangat berbangga karena Jokowi dinobatkan sebagai Mosalaki. 

"Kami sangat senang karena dengan Presiden dinobatkan sebagai Mosalaki maka dia sudah berada dalam ikatan keluarga bersama kami disini secara budaya kita orang Ende. Kami juga berbangga karena dia adalah Presiden kedua yang datang dan menginap di Kabupaten Ende setelah Soekarno. Kami juga ingin agar Beliau sebagai Pemerintah Pusat bersama jajarannya juga terus mendorong pembangunan di Kabupaten Ende terkhususnya sektor pariwisata karena masih ada banyak objek wisata yang perlu ditingkatkan pengelolaanya," ujar Pius.

Adapun juga Salah seorang Siswi SMA Negeri 2 Ende, Putri Aso mengungkapkan kegembiraannya karena bisa mengikuti upacara hari lahir Pancasila bersama orang nomor satu di republik ini.

"Saya dan teman-teman merasa senang karena bisa lihat secara langsung Presiden datang ke Ende dan menjadi inspektur upacara. Ini momen yang berharga bagi kami karena biasanya hanya bisa melihat beliau dari televisi ataupun media sosial. Terima kasih Bapak Jokowi sudah datang ke Kabupaten Ende," kata Putri. (*)

Berita NTT Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved