Kesehatan

Indonesia Laporkan Banyak Kasus Dugaan Hepatitis Akut pada Anak-anak, WHO Selidiki 228 Kasus

Kementerian masih memverifikasi penyebab infeksi terbaru di antara anak-anak di bawah 16 tahun, melalui serangkaian tes.

Editor: Agustinus Sape
EPA-EFE
Kementerian Kesehatan RI masih memverifikasi penyebab infeksi terbaru di antara anak-anak di bawah 16 tahun. 

Indonesia Laporkan Banyak Kasus Dugaan Hepatitis Akut pada Anak-anak, WHO Selidiki 228 Kasus

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Beberapa kasus dugaan hepatitis akut pada anak-anak kembali dilaporkan di Indonesia setelah kematian tiga pasien anak-anak yang diduga disebabkan oleh penyakit hati yang tidak diketahui yang menyerang anak-anak di seluruh dunia, kata Kementerian Kesehatan RI, Kamis 5 Mei 2022.

Kasus-kasus baru ditemukan setelah lembaga kesehatan di seluruh negeri diberitahu tentang kasus yang dilaporkan terkait dengan penyakit kuning, kata juru bicara kementerian kesehatan, Dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual.

Kementerian masih memverifikasi penyebab infeksi terbaru di antara anak-anak di bawah 16 tahun, melalui serangkaian tes.

"Ada penambahan kasus, tapi belum dipastikan karena ada pemeriksaan yang harus dilakukan melalui genome sequencing untuk memastikan bahwa mereka bukan hepatitis A sampai E," katanya.

Rumah Sakit Penyakit Menular Sulianti Saroso Jakarta telah ditunjuk sebagai rumah sakit utama untuk menangani kasus penyakit yang parah, tambahnya.

Tiga anak, usia dua, delapan dan 11, meninggal di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Jakarta pada bulan April setelah menunjukkan penyakit kuning, didahului oleh masalah pencernaan seperti mual, muntah dan diare parah.

Gejala-gejala ini juga ditemukan pada sejumlah kasus hepatitis yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya pada anak-anak di negara lain, seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, tidak ada anggota keluarga yang meninggal memiliki riwayat hepatitis atau penyakit kuning, atau menunjukkan gejala hepatitis yang sama setelah anak-anak terkena, menurut kementerian.

Ketiganya juga dinyatakan negatif Covid-19, sementara hanya anak berusia dua tahun yang belum divaksinasi hepatitis.

Kementerian Kesehatan masih menguji virus, termasuk adenovirus dan virus hepatitis E. Diperlukan waktu 10 hingga 14 hari untuk menyelesaikan tes dan penyebab infeksi dan kematian dapat ditentukan.

Secara global, setidaknya satu anak lainnya telah meninggal karena hepatitis akut menyusul peningkatan hepatitis akut yang tidak diketahui asalnya pada anak-anak, sementara lebih dari selusin lainnya telah menjalani transplantasi hati setelah tertular penyakit tersebut, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Singapura selama akhir pekan mengkonfirmasi kasus hepatitis akut pada bayi berusia 10 bulan dan sedang menyelidiki apakah kasus tersebut memiliki kesamaan dengan yang dilaporkan di tempat lain.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bayi itu terinfeksi Covid-19 Desember lalu, tetapi masih belum ada bukti bahwa hepatitis akut terkait dengan virus corona.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved