Sabtu, 25 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Rusia Terjunkan Ribuan Pasukan, Amerika Serikat Kirim Jet Tempur ke Ukraina

Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu,

Editor: Ferry Ndoen
Handout / Mariupol City Council / AFP
Asap mengepul di Mariupol Ukraina 

POS-KUPANG.COM - Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu, terutama Mariupol.

AFP melaporkan, Kementerian Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Ukraina sudah menerima pesawat tempur dan suku cadangnya untuk meningkatkan pertahanan angkatan udara mereka.

Namun, Kemenhan AS tak menjabarkan lebih lanjut jenis jet tempur yang mereka kirim ke Ukraina.

Bantuan ini datang setelah Ukraina berulang kali mendesak negara Barat menyediakan jet Mig-29 untuk membantu mereka melawan pasukan Rusia.

Namun, tak mudah bagi AS dan negara Barat lainnya mengirimkan bantuan militer ke Ukraina.

Mereka sangat berhati-hati agar tak menyulut emosi Rusia.

Sementara itu, Rusia semakin intensif melakukan serangan di Ukraina timur, termasuk Mariupol.

Ledakan terus terdengar dan korban jiwa berjatuhan.

Baca juga: Pilot Jet Tempur Ukraina Hantu Kyiv Tewas Terbunuh dalam Pertempuran Udara, Pahlawan Ukraina

Mereka yang bertahan harus berhadapan dengan fakta pahit.

Setidaknya 2.000 orang tak punya persediaan air minum dan makanan.

Serangan yang terus terjadi membuat komandan marinir di PLTN Azovstal, Serhiy Volyna, meminta bantuan ke seluruh pemimpin dunia.

Ia mengatakan, pasukannya sangat terancam dan bak menghadapi hari-hari terakhir hidupnya di tengah invasi Rusia.

"Musuh melebihi jumlah kami, 10 banding satu," katanya.

Menanggapi gempuran Rusia ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar kedua negara segera menyepakati gencatan senjata menjelang Pekan Suci Ortodoks.

"Alih-alih merayakan kehidupan baru, Paskah kali ini bertepatan dengan serangan Rusia di Ukraina timur," kata Guterres.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved