Perang Rusia Ukraina

Uni Eropa Melunak dan Diambang Perpecahan, Strategi Perang Presiden Putin Bakal Berhasil?

Taktik Perang Putin Berhasil, Minyak dan Gas Rusia Bikin Uni Eropa Diambang Perpecahan

Editor: Eflin Rote
AP Photo/Alexander Zemlanichenko
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri kebaktian Paskah Ortodoks di Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow, Rusia, Minggu, 24 April 2022. 

POS-KUPANG.COM - Taktik perang yang dijalankan Presiden Rusia Vladimir Putin sepertinya bakal berhasil.

Uni Eropa sepertinya tak berdaya menghadapi cara Rusia dalam perang terhadap Ukraina.

Soal sanksi embargo minyak asal Rusia membuat Eropa sedang terpecah.

Baca juga: Baru Terungkap, 10 Negara Ini Tak Bisa Hidup Tanpa Rusia, Padahal Berkoar-koar Kecam Rusia

Karena sanksi untuk membeli minyak dari Rusia bisa mengerek negara di benua biru krisis energi hingga resesi.  

Sebelumnya Rusia memang terus menekan negara Eropa untuk membayar dalam mata uang rubel dalam transaksi minyak. Hal ini membuat Uni Eropa berang. 

Namun bukannya membahas perlawanan ke Rusia,  Uni Eropa sedang mempertimbangkan aturan terbaru soal larangan ekspor minyak asal negara bekas Uni Sovyet itu.

Baca juga: Pentagon Kirim Ribuan Pasukan ke Polandia, Ukraina Siagakan 130 Tentara Cadangan Hadapi Rusia

Komisi Uni Eropa bakalan memasukkan klausul pengecualian larangan itu terhadap negara yang sedang waspada soal krisis energi.

Komisi dapat menawarkan Hungaria dan Slovakia pengecualian atau masa transisi yang panjang -dengan larangan keseluruhan kemungkinan akan bertahap pada akhir tahun, kata para pejabat, Senin.

Baik Hungaria dan Slovakia sangat bergantung pada minyak mentah Rusia.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: AS Tolak Tawaran Polandia Beri Jet Tempur MiG-29 Tukar F-16 ke Ukraina

Nah, sebelumnya Hungaria memang telah mengatakan akan menentang sanksi energi karena ketergantungan mereka.

Komisi Eropa diperkirakan akan mengusulkan paket keenam sanksi UE minggu ini terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, termasuk embargo pembelian minyak Rusia.

Namun alih-alih, sanksi ini bakalan mengurangi devisa negara Rusia, sejauh ini malahan telah memecah belah negara Eropa.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Korban Sipil Tewas Meningkat di Ukraina, Ini Jumlahnya

Nah, untuk menjaga agar blok 27 negara tetap bersatu, memang UE bakalan lebih fleksibel soal beleid baru soal larangan ini.

Perlawanan dari negara terhadap embargo minyak memang tampaknya memudar menjelang pertemuan pada hari Rabu ketika para duta besar akan membahas sanksi.

Menteri iklim dan energi Austria Leonore Gewessler mengatakan Wina akan menyetujui sanksi minyak jika negara lain melakukannya.

Baca juga: Rusia Intensifkan Serangan di Timur Ukraina saat AS Memperingatkan Rencana Pencaplokan

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved