Liga 1
Persis Solo Rombak Skuad Menuju Liga 1, Siapkan Karpet Merah untuk Mesin Gol Persija Marko Simic
Revolusi Persis Solo di Liga 1, siapkan karpet merah untuk mesin gol Persija Jakarta, Marko Simic di bursa transfer.
POS-KUPANG.COM - Revolusi Persis Solo di Liga 1, siapkan karpet merah untuk mesin gol Persija Jakarta, Marko Simic di bursa transfer.
Persiapan menuju Liga 1 dilakukan Persis Solo dengan melakukan perombakan besar-besaran di skuad.
Klub kebanggaan Pasoepati itu mendepak mayoritas pemain andalannya yang sukses membawa Persis Solo naik dari Liga 2 ke Liga 1.
Sandi Sute, Beto Goncalves hingga Miftahul Hamdi termasuk dalam 25 pemain yang dilepas Persis Solo di bursa transfer.
Kini Persis Solo menyiapkan manuver untuk mendatangkan pemain asing berpengalaman yang dapat mendongkrak kekuatan tim di Liga 1.
Nama Marko Simic mencuat sebagai pemain asing yang bakal didatangkan Persis Solo di bursa transfer.
Baca juga: Liga 1: Kompatriot Marselino Berpeluang Bela PSM Makassar di Liga 1, Bos Juku Eja Beber Syarat
Mesin gol Persija itu sudah menyatakan pamit meninggalkan Macan Kemaoran.
Tentu hal ini menjadi peluang besar bagi klub milik Kaesang Pangarep untuk mendapatkan jasa striker haus gol tersebut.
Kepergian Marko Simic dari Persija menyisakan luka bagi penyerang asal Kroasia tersebut.
Pasalnya, Marko Simic blak-blakan menyebut Persija tak membayar gajinya selama satu tahun.
"Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta," tulis Marko Simic di postingan Instagram-nya, Selasa (26/4/2022).
"Karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun. Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi."
"Momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu dan rekor yang saya percahkan, ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya."
Baca juga: Liga 1: Kiper Pangeran Biru Persib Manfaatkan Libur Ramadhan Lepas Rindu Keluarga
"Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya perlu melangkah."
"Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak saya dapatkan."