Berita Bajawa Hari Ini
Kartu JKN-KIS, Bekal berharga dari Orang Tua untuk Adriana Roslina Dobe
namun Adriana menceritakan kisahnya dengan tegar sambil sesekali matanya menewarang ke lorong RSUD Bajawa.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Adriana Roslina Dobe (23), mahasiswi semester tiga di salah satu universitas di Malang mulai merasakan lemas dan pusing.
Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2020, Adriana memutuskan untuk memeriksakan diri ke salah satu klinik dengan diantar teman kuliahnya. Bermodalkan JKN-KIS dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang sudah dibekali oleh orang tuanya sejak ia masih SMA, Adriana melakukan pemeriksaan dari klinik hingga dirujuk ke RS UMM di Kota Malang.
“Kamu harus melakukan cuci darah karena ginjalmu sudah tidak berfungsi, begitu dokter bilang waktu itu Kak,” kisah Adriana kepada Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Ngada yang menemuinya.
Adriana terus bercerita tentang segala keputusan yang harus Dia ambil di usia yang masih muda.
Baca juga: Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar yang Dicontohkan Rasulullah Lengkap Keutamaan Malam Lailatul Qadar
"Saya waktu itu sendiri di Malang, Orang tua di Soa (Kabupaten Ngada) sementara kata dokter, proses cuci darah harus atas persetujuan keluarga. Untungnya ada kakak yang tinggal di Kediri, jadi bisa datang dan dampingi saya," ujarnya.
Meski nampak jelas kepedihan diwajahnya karena harus menghentikan cita-cita diusia muda demi menjalankan pengobatan, namun Adriana menceritakan kisahnya dengan tegar sambil sesekali matanya menewarang ke lorong RSUD Bajawa.
Dengan dukungan keluarga, Adriana menjalani pengobatan dan rutin melakukan cuci darah di RS Saiful Anwar Malang. Setelah menjalani pengobatan selama kurang lebih satu tahun, Adriana dan keluarga akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran dokter menggunakan CAPD sebagai alternatif lain karena transplantasi ginjal yang awalnya ingin dilakukannya bersama sang Ayah tidak dapat dijalankan karena alasan kesehatan.
“Waktu dokter sarankan CAPD, Saya sudah pikiran lagi bagaimana biayanya sekali pakai saja jutaan. Tapi syukurnya semua juga dibiayai KIS," ujarnya.
Baca juga: Mengantar Puluhan Anak Penyu di Pantai Riangdua Lembata ke Lautan
Pada bulan April 2021 lalu, Adriana akhirnya pulang ke tempat asalnya di Kecamatan Soa Kabupaten Ngada, dan mulai menjalani pengobatan rutin sebagai satu-satunya pengguna CAPD di RSUD Bajawa.
Selama melakukan pengobatan gadis muda ini mengakui bahwa Program JKN-KIS benar-benar menjadi penolong bagi dirinya dan keluarga, Ia juga mengatakan sangat puas dengan pelayanan yang dirinya terima sejak dari klinik, puskesmas dan rumah sakit.
“Saya dilayani dengan baik dan tidak mengeluarkan biaya, kartu ini betul-betul membantu saya dan keluarga," jelasnya.
Sebelum berpisah dengan petugas BPJS Kesehatan, Adriana mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya program JKN-KIS, terlebih karena orang tuanya telah mendaftarkannya sebagai peserta bahkan sebelum dirinya mengalami sakit.
Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung Hari Ini Rabu 27 April 2022: Tikus Saatnya Ambil Tindakan Sebelum Menyesal
“Saya berharap semua masyarakat mengikuti jejak orang tua Saya, jangan tunggu sakit dulu baru daftar karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang ke kita atau keluarga kita. Daripada Ketika sakit kita bingung dan menyusahkan keluarga, tidak ada salahnya kita daftar jadi peserta JKN-KIS," ungkapnya. (*)