Sabtu, 11 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: Perang Dunia 3 Depan Mata, Menlu Rusia Ingatkan Ancaman Perang Nuklir

Potensi perang dunia III di depan mata. Rusia telah mengingatkan untuk tak meremehkan resiko perang nuklir.

Editor: Ferry Ndoen
defensenews.com
Ilustrasu: FGM-148 Javelin, Rudal Penghancur Tank yang Bisa Hantam Target Walau Sasaran Bergerak Secepat 540 Km/jam 

POS-KUPANG.COM - Potensi perang dunia III di depan mata.

Rusia telah mengingatkan untuk tak meremehkan resiko perang nuklir.

Selain itu, Rusia juga menyinggung soal bantuan senjata dari Barat kepada Ukraina.

Kremlin menganggap bahwa senjata konvensional Barat adalah target yang sah di Ukraina, di mana pertempuran sedang berkecamuk di timur.

"Risikonya sekarang cukup besar," kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov kepada televisi pemerintah Rusia Senin (25/4/2022), menurut transkrip wawancara di situs kementerian.

"Saya tidak ingin meningkatkan risiko itu secara artifisial. Banyak yang menyukai itu. Bahayanya serius, nyata."

"Kita tidak boleh meremehkannya," ujarnya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Pingin Gaji Rp 28 juta, Warga Ethiopia Gabung Jadi Relawan Pasukan Rusia

Lavrov menjawab pertanyaan soal pentingnya menghindari Perang Dunia Ketiga dan apakah situasi saat ini sebanding dengan Krisis Rudal Kuba 1962, titik terendah dalam hubungan AS-Soviet.

Wawancara Lavrov ini dianggap Menteri Luar Negeri Ukraina sebagai bentuk keputusasaan Moskow.

"(Rusia telah kehilangan) harapan terakhirnya untuk menakut-nakuti dunia agar tidak mendukung Ukraina," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba di Twitter setelah wawancara Lavrov.

"Ini hanya berarti Moskow merasakan kekalahan," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menjanjikan lebih banyak senjata selama pertemuan di Kyiv, Ukraina pada Minggu (24/4/2022).

Departemen Luar Negeri AS pada Senin menggunakan deklarasi darurat untuk menyetujui potensi penjualan amunisi senilai $165 juta ke Ukraina.

Pentagon mengatakan, paket itu mencakup amunisi artileri untuk howitzer, tank, dan peluncur granat.

Duta Besar Moskow untuk Washington telah mengingatkan pemerintah AS untuk menghentikan pasokan senjata karena dapat mengobarkan konflik.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved