Berita Sumba Timur Hari Ini
One Day One Prison’s Product, Lapas Waikabubak Pamer Hasil Karya Warga Binaan
Jadi, masuk penjara bukan lagi sebagai bentuk hukuman namun upaya untuk menyadari kesalahan serta memperbaiki diri
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Waikabubak menggelar One Day One Prison’s Product. Kegiatan yang digelar di Galeri Lapas Waikabubak itu berlangsung pada Jumat, 22 April 2022.
One Day One Prison’s Product merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dipelopori oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 58 Tahun 2022.
Kegiatan tersebut bertujuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga binaan Lapas Kelas IIB Waikabubak dapat berkreasi dan kelak membantu perekonomian keluarga.
Selain tujuan ekonomi, kegiatan ini juga menceritakan kepada masyarakat tentang komitmen Lapas Waikabubak dalam membina dan membimbing warga binaan agar menjadi manusia yang produktif.
Baca juga: Polres Ende Jamin Lebaran 1443 H Aman
Kalapas Waikabubak, Yohanis Varianto mengajak masyarakat untuk melihat Lembaga Pemasyarakatan dari sisi yang lebih positif dan juga tidak mengucilkan orang-orang yang melanggar hukum.
“One Day One Prison’s Product ini secara tidak langsung menceritakan kepada masyarakat bahwa inilah hasil pembinaan di Lapas. Warga binaan mendapatkan pembinaan baik di bidang perkebunan, peternakan, mebel dan bengkel," jelas Yohanis Varianto.
Yohanis yang akrab disapa Varit itu mengatakan, semua hasil pembinaan dijual di lokasi tersebut. Semua merupakan hasil karya dari warga binaan di Lapas Waikabubak.
"Jadi, masuk penjara bukan lagi sebagai bentuk hukuman namun upaya untuk menyadari kesalahan serta memperbaiki diri,” jelas Varit.
Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok 23 April 2022, Libra Minum Vitamin Taurus Pengobatan Alternatif
Varit menambahkan bahwa kedepannya, perkebunan Lapas Waikabubak akan dijadikan sebagai tempat wisata agro.
"Kedepannya perkebunan Lapas akan menjadi tempat agrowisata sehingga selain menikmati hasil perkebunan, masyarakat juga dapat rekreasi dan bersantai di galeri Lapas yang kedepannya akan menjadi kedai atau cafe," tambah Varit.
Putry, salah seorang pengunjung pada Galeri One Day One Prison’s Product merasa senang saat membeli sayur-sayuran dari kebun Lapas.
“Sebenarnya saya heran dan sekaligus terkagum karena ternyata warga binaan di sini dibina dengan banyak hal sehingga dapat menghasilkan karya seperti yang dipamerkan. Sayur-sayur yang masih segar dan bahkan low budget, hasil mebelernya juga rapi dan indah. Ternyata, di samping menjalani hukuman, warga binaan juga diedukasi untuk melakukan banyak hal positif dan bernilai jual,” ungkap Putry.
Baca juga: Komnas Disabilitas Ajak Dosen dan Mahasiswa Tingkatkan Pendidikan Inklusi
Hasil pameran dan penjualan pada pergelaran One Day One Prison's Product mencapai hampir Rp. 6 juta. Ini merupakan hasil penjualan dari bidang perkebunan, mebel dan souvenir-souvenir khas Sumba.
Hasil ini nantinya akan dibagi sebagai premi untuk warga binaan dan sebagiannya dilaporkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-mengunjungi-Galeri-One-Day-One-Prisons-Product.jpg)