Perang Rusia Ukraina
Negara Barat Ancam Walk-Out Jika Rusia Ikut Datang ke KTT G20,Sikap Indonesia Terancam Dipermalukan
Indonesia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Oktober-November 2022.
POS-KUPANG.COM - Indonesia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Oktober-November 2022.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, menegaskan Presiden Vladimir Putin akan menghadiri konferensi itu.
Menanggapi hal tersebut, kelompok negara Barat dengan tegas menolak kehadiran Rusia atas dasar invasinya terhadap Ukraina.
Mereka bahkan dikabarkan siap menggelar aksi walk-out terkoordinasi dari KTT G20.
Pejabat pemerintahan Jerman mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya akan mengirimkan pesan protes selama pertemuan, bahkan setelah pertemuan, kepada Rusia.
"Selama dan setelah pertemuan kami pasti akan mengirimkan pesan yang kuat dan kami tidak akan sendirian dalam melakukannya," ungkapnya secara anonim.
Baca juga: 34 Kali Penampilan, Persib Bandung Puji Loyalitas Luar Biasa Pemain Ini Selama Delapan Musim
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen berencana untuk menghindari sesi G20 yang diikuti oleh pejabat Rusia di sela-sela pertemuan IMF dan Bank Dunia.
Namun, Yellen akan menghadiri sesi pembukaan tentang perang Ukraina terlepas dari partisipasi Rusia, kata seorang pejabat Departemen Keuangan AS.
Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak juga tidak akan menghadiri sesi G20 tertentu.
Pejabat Kementerian Keuangan Prancis mengharapkan beberapa menteri dari negara-negara G7 untuk meninggalkan kursi mereka ketika utusan Rusia mendapatkan kesempatan untuk berbicara.
Perpecahan mengancam ekonomi global
Perpecahan di G20 terus meluas selama perang di Ukraina berlangsung. Kondisi ini membuat masa depan G20 sebagai forum kebijakan ekonomi utama dunia mulai kabur.
Fakta bahwa beberapa negara G20 telah memilih untuk tidak mengikuti sanksi Barat terhadap Rusia menjadi salah satu tantangan bagi kelompok negara dengan ekonomi terkuat ini.
Baca juga: Bursa Transfer Pemain: Maung Datangkan Empat Pemain, Persib Bandung Berburu Pemain Baru Berkualitas
Menjelang KTT G20 di Indonesia pada November mendatang, seorang pejabat tinggi IMF memperingatkan risiko pecahnya ekonomi global.
"Satu skenario adalah di mana kita telah membagi blok yang tidak banyak berdagang satu sama lain, yang memiliki standar berbeda, dan itu akan menjadi bencana bagi ekonomi global," kata kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas.