Liga 1
Alasan M Arfan Bertahan di PSM Makassar Meski Sempat Digoda Bhayangkara FC, Ikut Jejak Wiljan Pluim
Berikut ini alasan M Arfan bertahan di PSM Makassar meski sempat digoda Bhayangkara FC, ikut jejak Wiljan Pluim Nama M Arfan jadi pemain loka
POS-KUPANG.COM - Berikut ini alasan M Arfan bertahan di PSM Makassar meski sempat digoda Bhayangkara FC, ikut jejak Wiljan Pluim
Nama M Arfan jadi pemain lokal pertama yang diumumkan PSM Makassar tetap bertahan bersama Juku Eja musim depan.
Pengumuman bertahannya M Arfan di PSM Makassar disampaikan lewat Instagram resmi klub @psm_makassar.
Sebelum dinyatakaan bertahan di PSM Makassar, M Arfan sempat dikaitkan dengan Persib Bandung dan Bhayangkara FC
Bahkan M Arfan sempat dikabarkan menjalin komunikasi dengan Bhayangkara FC
Peran M Arfan di lini tengah PSM Makassar memang cukup vital.
Ia menjelma jadi gelandang box to box andalan PSM Makassar beberapa musim terakhir.
Bertahannya M Arfan di PSM Makassar, mengikuti jejak playmaker asing yang juga kapten Juku Eja, Wiljan Pluim
Meski kerap dirumorkan akan hengkang, nyatanya Wiljan Pluim tetap setia bersama PSM Makassar.
M Arfan dipastikan tetap bertahan di PSM Makassar musim depan.
Baca juga: PSSI Terbitkan Jadwal Liga 1 Musim 2022. Ini Tanggal Mainnya, Diawali Turnamen Pramusim
Hal ini diumumkan PSM Makassar melalui akun instagram resminya @psm_makassar.
"Salah satu pemain terbaik #Antangceria tetap bersama Juku Eja musim depan," tulisnya disertai unggahan foto M Arfan.
Pemain 26 tahun ini sempat dirumorkan hengkang dari Laskar Pinisi.
Ia dikaitkan bergabung ke Bhayangkara FC dan Persib Bandung.
Bahkan, Bhayangkara sempat menjalin komunikasi dengan sang pemain.
Namun pada akhirnya M Arfan tetap setia berkostum lambang kapal pinisi di dada.
"Saya bertahan karena hati saya masih besar untuk PSM Makassar," katanya Rabu (20/4/2022).
Pemain nomor punggung 48 ini menjadi tumpuan PSM Makassar di lapangan tengah musim lalu.
M Arfan bermain 31 kali dari 34 laga bersama klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ia hanya absen tiga pertandingan, itu pun karena akumulasi kartu kuning dua kali dan terjangkit Covid-19.
Dari penampilannya tersebut, gelandang energik ini catatkan dua gol.
Hadapi Liga 1 2022-2023, M Arfan target bawa PSM kembali bersaing di papan atas klasemen.
Musim lalu, PSM harus puas finish di peringkat 14 dengan 38 poin.
Baca juga: Intip Potret Kemegahan Stadion Baru DKI Jakarta dan Sensasi JIS
Padahal di musim 2017 dan 2018, PSM selalu finish di peringkat tiga besar. Bahkan, musim 2018 nyaris juara.
Namun, harus puas finish sebagai runner up setelah selisih satu poin dengan Persija Jakarta yang keluar sebagai kampiun.
"Targetnya semoga bisa kembali bersaing di papan atas, sebagaimana PSM sebelum-sebelumnya," ucap M Arfan.
Penyebab PSM Makassar terlihat masih adem ayem di bursa transfer
Sementara itu, manajemen PSM Makassar hingga kini tak kunjung mengumumkan pemain barunya untuk mengarungi Liga 1 2022/2023 musim depan.
Padahal selain Liga 1, PSM Makassar juga akan berlaga di AFC Cup 2022.
Malah PSM Makassar sudah resmi ditinggal pemainnya, seperti Ilham Udin Armaiyn, Hilman Syah, hingga Hasim Kipuw.
Termasuk pelatih PSM Makassar di putaran kedua Liga 1, Joop Gall sudah didepak.
Sebagai gantinya, PSM Makassar memilih Bernardo Tavares jadi arsitek Juku Eja.
Namun sepekan lebih pasca ditunjuk jadi pelatih PSM Makassar, belum ada pemain baru yang diumumkan jadi rekrutan anyar Juku Eja.
Belakangan terkuak, penyebab PSM Makassar terlihat masih adem ayem di bursa transfer jelang bergulirnya Liga 1 dan AFC Cup 2022.
Manajemen PSM Makassar ternyata tak tinggal diam dalam berburu pemain lokal maupun pemain asing.
Manajemen Juku Eja julukan PSM Makassar telah menunjuk sosok pencari pemain asing maupun lokal buat PSM.
Pembagian tugas dilakukan untuk mencari pemain incaran sesuai kriteria.
PSM telah menunjuk pelatih berkebangsaan Portugal, Bernardo Tavares sebagai juru taktik baru PSM.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim menyebut, sang pelatih kini diberi tugas oleh Direktur Utama PSM Makassar, Munafri Arifuddin mencari pemain diinginkan.
"Silakan pelatih mencari pemain apa yang diinginkan, terutama posisi striker dan bek, karena dua posisi tersebut sangat krusial untuk dicari. Ini untuk pemain asing.
Mudah-mudahan tidak lama lagi kita ketahui hasilnya," sebutnya saat jadi narasumber si Bincang Bola Virtual Tribun Timur, Selasa (19/4/2022). Tema diangkat PSM Rasa Portugal.
Bernardo Tavares jadi pelatih PSM Makassar (Kolase TribunKaltara.com / Twitter @PSM_Makassar)
Untuk pemain lokal, sambungnya, kemungkinan manajemen yang bergerak karena lebih tahu kualitas pemain di Indonesia.
Nantinya, nama pemain tersebut akan dilihat oleh pelatih. Pelatih nantinya akan menilai.
"Ada beberapa nama pemain lokal termasuk pemain kita (pemain di PSM sekarang) sudah perlihatkan ke pelatih, tergantung pelatih maunya.
Sekarang biarkan pelatih bekerja mencari pemain sesuai dengan diinginkan," jelas pria akrab disapa Sule ini.
Jika tak ada kendala, dalam waktu tidak lama lagi akan diumumkan pemain baru dan pemain yang pergi.
Sule pun tak menampik bahwa pihaknya lambat bergerak dalam berburu pemain.
Menurutnya, Manajemen PSM punya standar dalam tentukan pemain diinginkan.
"Kita memang akui tak secepat tim lain langsung mengumumkan pemain siapa yang datang dan siapa yang pergi. Di PSM itu kita punya beberapa pertimbangan".
"InsyaAllah tidak lama lagi kita akan umumkan pemain terbaru dan siapa yang datang dan siapa yang pergi," ucapnya.
Liga 1 2021-2022 Musim Berat Bagi PSM
Sule mengatakan Liga 1 2021-2022 menjadi musim cukup berat bagi PSM.
Awal musim tim berjuluk Laskar Pinisi tidak baik-baik saja. Daftarkan pemain saja untuk ikut kompetisi jelang deadline.
Kendati demikian, PSM masih bisa ikut berkompetisi di Liga 1 2021-2022.
Tak hanya itu, format kompetisi bubble to bubble memaksa setiap tim, termasuk PSM bermain di luar kandang.
Seri pertama dilakukan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Seri kedua dan ketiga di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Seri empat dan lima dilaksanakan di Bali.
"Variabel kondisi seperti itu memang berat dilakoni oleh mayoritas semua tim, tapi alhamdulillah dengan segala variabel itu kita bisa lewati musim ini," ucapnya.
Skuad PSM Makassar di Liga 1 2021/202. (Instagram / @psm_makassar) (Instagram / @psm_makassar)
Kendati, PSM harus tertatih-tatih. Bahkan untuk memastikan bertahan di Liga 1, harus berjuang hingga pekan ke-33 atau dua pertandingan terakhir.
PSM harus puas finish di peringkat 14 dengan 38 poin.
Dari hasil itu, makanya manajemen lakukan evaluasi. Diputuskan tidak perpanjang kontrak beberapa orang, termasuk pelatih dan pemain minim kontribusi.
"Pemain yang tidak punya kontribusi yang cukup kita akhiri kontraknya, termasuk pelatih juga kita akhiri kontraknya," terangnya. (*)
