Paskah 2022
Semarak Paskah, Pemuda GMIT Maranata Kota Kupang Hiasi Jalan Dengan Lampion dan Pelita
Menyambut Pesta Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus, pemuda dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Maranata Kota Kupang hiasi ruas Jala
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menyambut Pesta Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus, pemuda dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Maranata Kota Kupang hiasi ruas Jalan Damai, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang dengan pernak-pernik khas Paskah.
Pernak-pernik tersebut diantaranya lampion dan juga pelita. Keduanya ditaruh saling sejajar di sepanjang ruas Jalan Damai yang kian menambah semarak suasana Paskah di malam hari.
Terlihat, lampion digantung pada tali rafia yang kemudian diikat pada bambu dengan tinggi kira-kira 3 - 4 meter. Bambu ditanam saling sejajar sehingga terlihat indah saat lampu tersebut dinyalakan terlebih pada malam hari.
Lampion tersebut dibuat secara sederhana dengan menggunakan kertas minyak berwarna merah yang dibentuk persegi. Pada tengah lampion, ditaruh sebuah botol kaca yang telah diisi minyak tanah.
Baca juga: Zumba Ramaikan Perayaan Paskah GMIT Horeb Perumnas Kota Kupang
Untuk pelita sendiri, para pemuda menggunakan botol kaca bekas yang diisi minyak tanah sebagai bahan bakar untuk menghasilkan cahaya.
Dilokasi ini, terlihat juga beberapa warga yang mengabadikan momen dengan berfoto dibawah cahaya lampu yang tampak kemerahan menggunakan handphone pribadi.
Semi, koordinator pemuda GMIT Maranata Kupang yang ditemui di sela-sela kegiatannya pada Minggu, 17 April 2022 menjelaskan, ini merupakan rangkaian kegiatan pemuda dalam menyambut pesta Paskah tahun ini.
Untuk pemasangan lampion dan pelita sendiri, lanjut dia, merupakan inisiatif para pemuda yang didukung penuh oleh rayon.
"Kami dari pemuda Jemaat Maranata Oebufu, disini ada dua wilayah pemuda, yaitu pemuda damai, dan pemuda ujung gang damai wilayah Yerusalem, ini memang inisiatif kami sendiri
yang didukung penuh oleh rayon, " kata dia.
Dikatakan, jumlah lampion dan pelita yang sudah dipasang kira-kira berjumlah 400 lebih. Lampu-lampu ini akan dinyalakan selama dua malam.
Semi menambahkan, tradisi ini sudah dilakukan wilayahnya sejak tahun 2016. Namun dalam dua terakhir ini ditiadakan akibat pandemi covid, dan badai Seroja yang menerjang pada Paskah tahun lalu.
Baca juga: Walau di Guyur Hujan Lebat, Pemberkatan Lilin Paskah Berjalan Hikmat di Stasi St. Markus Kaniti
"Diharapkan tahun-tahun berikut dapat terus kami lakukan karena ini sudah menjadi tradisi umat Kristiani dalam menyambut Paskah, " ucap Semi.
Di akhir perbincangan ia berpesan kepada seluruh Umat Kristiani yang merayakan Paskah, untuk mengambil hikmah dari kematian Yesus Kristus yang bangkit untuk menebus dosa manusia.
"Saya juga ingin berpesan kepada semua umat Kristiani untuk rajin beribadah dan selalu menomorsatukan Tuhan dalam kehidupan, Selamat Paskah untuk kita semua, " tutupnya (*).
