Senin, 20 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: Marinir Ukraina asal Inggris Ditawan Rusia, Dicap Agen Rahasia

Seorang marinir Ukraina yang disebut TV Rusia sebagai pejuang Inggris ditangkap oleh pasukan Rusia dan disebut diperlakukan sebagai agen rahasia bara

Editor: Ferry Ndoen
dailymail.co.uk
Video menunjukkan Marinir Ukraina menyerah di kota timur Mariupol. Rusia mengklaim 1.026 marinir Ukraina yang bersembunyi di pabrik besi dan baja Ilyich di distrik industri kota telah dipaksa untuk menyerah, termasuk 162 perwira 

POS-KUPANG.COM - Seorang marinir Ukraina yang disebut TV Rusia sebagai pejuang Inggris ditangkap oleh pasukan Rusia dan disebut diperlakukan sebagai agen rahasia barat dan mata-mata oleh Kremlin.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatannya.

Saluran TV pemerintah Rusia menyiarkan rekaman pria itu yakni mantan pekerja perawatan Aiden Aslin (28) yang diinterogasi oleh pihak Rusia.

Aslin bersama ribuan marinir Ukraina sebelumnya menyerah di Kota Mariupol.

Aslin, bergabung dengan marinir Ukraina empat tahun lalu.

Dia memiliki kewarganegaraan ganda Inggris-Ukraina dan tunangan wanita Ukraina.

Aiden Aslin (28) pejuang ukraina yang dituduh mata-mata dan agen rahasis oleh Rusia. Aslin berkewarganegaraan ganda yakni Inggris dan Ukraina

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Hancurkan 133 Pesawat Tempur, 2.246 Tank, 252 Peluncur Roket Ukraina

Rusia tampaknya bertekad untuk mencapnya sebagai agen musuh daripada tawanan perang.

Perbedaan antara agen atau mata-mata dan tawanan perang sangat penting.

Karena di bawah hukum Rusia, agen atau mata-mata jauh dianggap lebih kejam dan hukumannnya lebih berat.

Mereka yang dicurigai melakukan spionase menghadapi interogasi dan hukuman penjara yang panjang.

Sementara tawanan perang akan dibebaskan pada akhir permusuhan.

Sementara mata-mata yang dihukum dapat tetap berada di balik jeruji besi, mungkin sampai pertukaran agen dapat diatur.

Reporter TV pihak Kremlin Andrey Rudenko mengatakan dalam siaran berita Rusia, Aslin adalah tentara bayaran Inggris.

"Ia digunakan oleh Barat untuk melakukan berbagai tugas rumit," kata Rudenko.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved