Liga 1

Liga1: Tak Ingin Degradasi, Mutiara Hitam Persipura Tempuh Jalur Hukum

Kepastian Persipura Jayapura terdegradasi ditentukan pada kompetisi Liga 1 di pekan ke-34. Di pekan ke-34 tersebut ada dua laga yang

Editor: Ferry Ndoen
PT Liga Indonesia Baru
Persipura Jayapura menang 4-2 atas PSS Sleman, pada Minggu 20 Maret 2022. 

POS-KUPANG.COM - Kepastian Persipura Jayapura terdegradasi ditentukan pada kompetisi Liga 1 di pekan ke-34.

Di pekan ke-34 tersebut ada dua laga yang dianggap manajemen Persipura telah terjadi pelanggaran yang tak menjunnjung tinggi nilai sportivitas.

Akhirnya, manajemen Persipura Jayapura resmi menempuh jalur hukum perihal penyebab terdegradasinya Mutiara Hitam dari Liga 1 2021-2022.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano (BTM) mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat laporan kepada Badan Yudisial PSSI.

BTM berharap laporan tersebut segera didalami dan ditindaklanjuti Badan Yudisial PSSI karena menyangkut harga diri klub Persipura.

Dia juga meminta dukungan doa dan pengawalan dari penggemar sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Mutiara Hitam.

"Kami mohon dukungan doa dan pengawalan dari publik sepakbola tanah air, khususnya pecinta Persipura atas laporan kami yang sudah masuk ke badan yudisial federasi, sekiranya dapat membuahkan hasil, dan sesuai harapan kita," kata BTM dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com.

Dalam surat laporan tersebut, manajemen Persipura menyertakan bukti-bukti pendukung yang mempengaruhi klasemen akhir di Liga 2021-2022.

Baca juga: Liga 1: Dua Kakaberadik Diincar Persebaya dan Arema FC, Duo Rumakiek Malah Merapat ke Tim Ini?

Dikatakan BTM, pihaknya telah mempelajari video rekaman pertandingan dan daftar susunan pemain yang terindikasi adanya dugaan pelanggaran fair play dan pelanggaran regulasi.

"Harapan kita, komisi disiplin dan komite etik dapat bekerja adil, jujur dan transparan dalam investigasinya."

"Kami mohon juga agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena kita semua tahu bahwa Badan Yudisial adalah badan yang independen," ujar BTM.

Lebih lanjut, Benhur Tomi Mano menyebut pihaknya merasa dirugikan atas sikap tidak adil pemangku sepak bola Indonesia.

Mulai dari hilangnya jatah ke Piala AFC, tidak diajak bertanding di Piala Menpora hingga persoalan lain saat berlaga di Liga 1 2021-2022.

Salah satu paling krusial adalah sanksi pengurangan tiga poin karena tidak menghadiri pertandingan melawan Madura United pada laga tunda pekan ke-22 Liga 1 2021-2022.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved