Berita Malaka Hari Ini

Warga Uabau, Malaka Sangat Antusias Urus e-KTP, Ini Datanya

Kegiatan pelayanan e-KTP yang dipusatkan di Pasar Uabau itu tercatat 167 warga yang melakukan perekaman

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/NOFRI LAKA
Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Malaka, Emirentiana Bere 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) saat ini mulai turun ke desa-desa melayani pengurusan e-KTP melalui mobil Operasional.

Pasca peluncuran mobil operasional oleh Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH, jajaran Dinas Dukcapil ke Desa Uabau, Kecamatan Laenmanen.

Kegiatan pelayanan e-KTP yang dipusatkan di Pasar Uabau itu tercatat 167 warga yang melakukan perekaman.

Baca juga: Kadis Kesehatan Matim Sebut Tidak Ada Stok Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Malaka, Emirentiana Bere kepada Pos Kupang membenarkan hal tersebut, Sabtu 9 April 2022.

Diakuinya, pelayanan KTP elektronik keliling perdana di Pasar Uabau dilakukan sudah siang hari sehingga melayani masyarakat untuk melakukan perekaman sebanyak 167 orang saja.

"Kalau pelayanannya dilakukan dengan pagi hari maka bisa dipastikan tidak sebatas 167 orang yang direkam data Kependudukannya, akan tetapi bisa mencapai 200 an orang," tandasnya. 

Baca juga: Nikmati Promo Ramadhan Berkah PLN, Tambah Daya untuk Rumah Ibadah Hanya Rp 150 Ribu

Pelayanan ke depannya belum dipastikan akan dilakukannya di kecamatan mana, karena pihaknya akan terlebih dahulu mendiskusikan dengan Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH., MH dan Wakil Bupati Louise Lucky Taolin. 

Melihat gerakan Dukcapil Malaka menggunakan mobil operasional KTP elektronik keliling, Camat Laenmanen Blasius Berek memberi apresiasi. 

Baca juga: Nikmati Diskon Tambah Daya Lewat Promo Lebaran Ceria, Hanya dengan Belanja Rp 100 Ribu 

Rencananya, kalau mobil KTP elektronik keliling ini dijadwalkan lagi ke Kecamatan Laaenmanen Ia akan mengusulkan untuk merekam terutama kepada siswa SMA yang usianya sudah 17 tahun. 

"Ini terobosan baru dan perlu disambut dengan baik," tutupnya singkat. (Cr15)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved