THR 2022

Kriteria Pekerja yang Wajib Dapat THR Menurur SE Menteri Tenaga Kerja 2022, Cek Statusmu!

Kriteria Pekerja yang Wajib Dapat THR menurur SE Menteri Tenaga Kerja 2022, besaran THR dan Jadwal Pembayaran THR, Cek Statusmu!

Editor: Adiana Ahmad
Tribunnews/Herudin
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah - Kriteria Pekerja yang Wajib Dapat THR Menurur SE Menteri Tenaga Kerja 2022, Cek Statusmu! 

Kriteria Pekerja yang Wajib Dapat THR Menurur SE Menteri Tenaga Kerja 2022, Cek Statusmu!

POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengeluarkan edaran terkait kriteria atau status tenaga kerja yang wajib dapat tunjangan haari raya ( THR ).

Surat Edaran ( SE ) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 mengatur tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Aturan ini diteken Menaker Ida Fauziyah pada 6 April 2022 lalu,. 

Baca juga: Menaker Ida: THR Wajib Dibayarkan Paling Lama 7 Hari Sebelum Hari Raya Keagamaan

Surat Edaran Menaker itu mewajibkan pengusaha untuk memberi THR sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam SE tersebut dijelaskan juga tentang jenis-jenis status pekerja yang berhak atas THR, besaran THR, Jadwal Pencairan THR dan cara menghitung THR.

Pekerja ang wajib dapat THR antara lain, pekerja perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) ataupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja outsourcing, tenaga honorer dan lain-lain.

“Kebijakan itu berdasarkan peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan, juga Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,” kata Menaker pada konferensi pers, Jumat (8/4/2022).

Baca juga: HOREEE, CPNS 2021 Dapat THR 2022, Ini Besaran dan Jadwal Pencairannya

Terkait besaran THR Keagamaan, berdasarkan SE menaker, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, mereka wajib diberikan sebesar 1 bulan gaji.

Adapun pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan penghitungan masa kerja dibagi 12, dikali 1 bulan upah.

Sementara itu, pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan, pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Bagi buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Adapun bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja lebih besar dari upah, maka yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan perjanjian.

“THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Menaker Ida. (*)

Berita terkait THR 2022

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Jelaskan Status Pekerja yang Wajib Dapat THR, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/04/08/surat-edaran-menteri-ketenagakerjaan-jelaskan-status-pekerja-yang-wajib-dapat-thr.
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Wahyu Aji

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved