Berita Malaka Hari Ini
Kronologi Kebakaran Rumah Warga di Desa Weoe Kabupaten Malaka
Jadi kerugian yang dialami Edmundus Tae mencapai Rp 300 juta dikarenakan bangunan rumah itu terbilang megah.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kronologi kebakaran satu unit rumah di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, berawal dari isteri Edmundus Tae membakar lilin di atas taplak meja dan lilinnya mencair dan terjatuh kena spon dan akhirnya satu kamar itu terbakar.
Kebakaran ini dipicu ketika isterinya Edmundus Tae membakar lilin di salah satu kamar di rumah miliknya tersebut.
Kamar itu bukan kamar untuk dipakai berdoa oleh isterinya setiap malam akan tetapi di kamar milik anak bungsunya.
Hal ini dilakukan oleh isterinya Edmundus Tae ketika usai makan bersama keluarga. Setelah membakar lilin isterinya keluar ke luar rumah dan berdialog dengan suaminya Edmundus.
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Pemerintah India Kecam Rusia Bantai WargaSipil Bucha, Serukan Penyelidikan
Tidak lama kemudian isterinya Edmundus mencium ada aroma kebakaran dalam rumah. Isterinya langsung menuju ke kamar yang ia bakar lilin dan ternyata lilin tersebut mencair dan terjatuh kena spon.
Isterinya berteriak ada kebakaran dan Edmundus langsung bergegas masuk dengan membawa ember berisi air.
Edmundus hanya pasrah karena kobaran apinya sudah merambat ke plafon.
Namun Isterinya berhasil selamatkan sejumlah dokumen penting.
Edmundus Tae pemilik rumah kepada Pos Kupang membenarkan peristiwa kebarakan tersebut pada Kamis 7 April 2022.
Baca juga: Liga 1: Kontrak Coach Tim Guardian Paul Munster Selesai, Bhayangkara FC Pakai Pelatih Lokal Liga
Lanjut dia, kerugian yang dialami mencapai Rp 300 juta dan berkas penting yang berhasil diselamatkan berupa ijazah, kursi sofa dan satu unit tv serta speaker aktif.
Namun seisi rumahnya tidak terselamatkan. Puing puing kaca dan seng berserakan.
"Warga sekitar secara spontan datang membantu namun tidak bisa berbuat apa-apa selain memadamkan api," katanya.
Seluruh isi rumah terbakar hangus.
Jadi kerugian yang dialami Edmundus Tae mencapai Rp 300 juta dikarenakan bangunan rumah itu terbilang megah.
"Bangunan rumah memang seluruhnya terbilang mahal, jadi total kerugian yang ia perkirakan sekitar Rp 300 juta," tutup pensiun guru ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jagomerah.jpg)