Rabu, 27 Mei 2026

Berita NTT Hari Ini

Cegah Degradasi Pancasila, Penataran P4 Perlu Dihidupkan Kembali

Hal itu karena derasnya pengaruh ideologi lain yang masuk ke negara ini seperti ideologi khilafah atau radikalisme.

Tayang:
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
ISTIMEWA
POS-KUPANG.COM/HO-DOK ABRAHAN LIYANTO 

Cegah Degradasi Pancasila, Penataran P4 Perlu Dihidupkan Kembali

POS-KUPANG.COM, SOE - Anggota MPR/DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Abraham Liyanto mengemukakan kegiatan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) ala Orde Baru sangat bermanfaat untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan seperti itu perlu dihidupkan lagi di masa sekarang karena banyak generasi muda yang sudah lupa akan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Memang harus diperbaharui, tidak copy-paste seperti Orde Baru,” kata Abraham dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu.

Ia melihat saat ini, banyak masyarakat yang sudah lupa akan empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

Baca juga: Kasat Pol PP Flotim Akui Rusak Tempat Jualan Pedagang dan Meminta Maaf

Hal itu karena derasnya pengaruh ideologi lain yang masuk ke negara ini seperti ideologi khilafah atau radikalisme.

Pengaruh ideologi luar ini, lanjut Abraham, sudah sampai ke desa-desa. Sementara pemahaman terhadap empat pilar bangsa sudah luntur. Jika tidak ada yang menggelorakan lagi, lama-lama semua anak bangsa lupa akan ideologi bangsanya. 

“Setelah tidak ada lagi penataran P4, masyarakat akhirnya lebih gandrung terhadap ideologi lain. Ini sangat berbahaya bagi bangsa ini,” tegas Abraham.

Baca juga: Bacaan Doa Penutup Usai Shalat Tarawih & Witir, Doa Kamilin Lengkap dengan Latin & Artinya

Pemilik Universitas Citra Bangsa Kupang ini menyebut dampak penghapusan P4 sangat terasa. Banyak masyarakat yang sudah tidak lagi menghafal lima sila Pancasila. Apalagi mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbeda pada zaman Orde Baru yang mewajibkan setiap siswa atau mahasiswa mengikuti P4 saat menjadi siswa baru. Program itu membantu siswa atau mahasiswa bisa mengamalkan dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila. 

“P4 itu efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Berbeda dengan sekarang. Anak muda sekarang lebih gandrung dengan ideologi dari luar seperti khilafah, radikalisme, terorisme, dan lainnya. Harus ada kegiatan yang menggantikan program P4 itu ,” tutur Abraham.

Baca juga: Gubernur NTT Pastikan Kabupaten Lembata Jadi Lokasi Budidaya Ikan Kerapu

Dia setuju jika pelajaran Pancasila dan pilar-pilar bangsa lainnya kembali ke sekolah-sekolah. Tinggal format dan cara penyajiannya harus beda dengan model Orde Baru.

Hal itu supaya tidak terjadi doktrinasi yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik penguasa.

“Metodenya harus disesuaikan dengan trend masyarakat sekarang. Misalnya, model pelajaran dengan lebih banyak nonton film. Atau materi empat pilar di share lewat Youtube supaya semua masyarakat bisa menontonnya,” saran Abraham. (*)

Berita NTT Hari Ini
 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved