Ramadan 2022
BINDA NTT bersama Ormas Islam Lakukan Vaksinasi di Masjid Selama Ramadan
Terlebih jelang wisuda juga menjadi persyaratan bagi semua mahasiswa agar mendapatkan vaksin dua dosis
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam upaya mendukung program percepatan vaksinasi selama bulan Ramadan, BINDA NTT bersama pimpinan organisasi Islam Provinsi NTT akan melaksanakan vaksinasi 1,2 dan booster saat malam hari di masjid usai kegiatan Sholat Terawih.
Pasalnya, Pemerintah telah mengizinkan aturan mudik lebaran, sementara pencapaian vaksinasi booster masih sangat rendah.
Syarat bagi masyarakat pemudik antara berupa telah menerima vaksinasi dua dosis tambah booster sehingga BINDA NTT bersama organisasi Islam akan mendukung kelancaran vaksinasi dosis pertama, kedua serta booster yang dijadwalkan pada malam hari.
Demikian penjelasan Kepala Badan Inteligen Negara Daerah (KABINDA) NTT, Brigjen Adrianus SAN dalam acara sosialisasi percepatan vaksinasi sekaligus buka puasa bersama pengurus organisasi Islam dan mitra kerja BINDA NTT di Restoran Celebes, Selasa 5 April 2022 petang.
Baca juga: Inilah 7 Amalan Sunnah yang Baik Dilakukan Selama Ramadan, Pahal Dilipatgandakan
Brigjen Adrianus mengatakan pencapaian Booster di wilayah NTT hingga 3 April 2022 tercatat masih rendah berjumlah 318.000 dosis atau 4,78 persen dari target pencapaian vaksinasi.
Berbeda dengan vaksinasi dosis pertama mencapai 3.482.300 dosis atau 90,89 persen dari target pencapaian vaksinasi.
Sedangkan dosis kedua tercatat 2.435.698 dosis atau 63,57 persen dari target vaksinasi.
Menanggapi hal tersebut Sekertaris umum MUI NTT, H. Husen Anwar meminta agar MUI dan bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam akan bekerjasama dengan mitra TNI-Polri untuk mendukung percepatan vaksinasi selama Bulan Ramadhan.
Baca juga: Sekolah Kedinasan 2022, Kuliah Gratis di STIN, Lulus Jadi CPNS, Pendaftaran 9 April, Ini Syaratnya
"Kami tidak melarang masyarakat mudik lebaran tapi harus sesuai ketentuan pemerintah bagi yang telah menerima dua dosis vaksin serta booster, sehingga kami setuju untuk melaksanakan vaksinasi saat malam hari," ujarnya.
Husen menambahkan vaksinasi malam hari dapat dilaksanakan setelah Sholat Tarawih dengan pertimbangan umat muslim lebih siap dengan kondisi tubuh yang fit setelah berbuka puasa, sedangkan jika mendapat suntikan vaksinasi saat siang hari akan sangat mengganggu aktivitas puasa.
"Kami setuju apabila vaksinasi saat malam hari karena kondisi tubuh lebih baik, sebab jika siang hari kondisi kesehatan cukup terkuras saat umat menjalankan ibadah puasa," tambah Husen.
Baca juga: Alat Cetak E-KTP di Disdukcapil Kupang Rusak, Warga Diminta Bersabar
Kabiro Keuangan Universitas Muhammadiyah Kupang, Eko mengatakan bahwa pihak kampus sangat mendukung program vaksinasi dan mewajibkan semua mahasiswa mendapatkan vaksin dua dosis tambah booster dengan tujuan mencegah penyebaran covid-19.di lingkungan kampus.
"Kami saat ini memberlakukan kuliah tatap muka sehingga mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik wajib mendapatkan vaksin dua dosis dan booster," ungkap Eko.
Baca juga: Kadis PUPR Sikka Apresiasi Pembukaan Jalan Baru Kisa - Magepanda
Terlebih jelang wisuda juga menjadi persyaratan bagi semua mahasiswa agar mendapatkan vaksin dua dosis dan booster bagi orangtua terlebih mahasiswa bersangkutan.
Hadir dalam buka puasa bersama tersebut antara lain pengurus PWNU NTT, MUI NTT, Dewan Masjid Indonesia (DWI) Kota Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, TNI dan Polri. (CR14)