Perang Rusia Ukrana
Umat Islam Ukraina Terkena Dampak Invasi Rusia Saat Bulan Ramadhan, Ibadah Puasa yang Sulit
Invasi Rusia ke tetangganya Ukraina kini sudah memasuki bulan kedua Pada saat yang sama umat islam di seluruh dunia juga menjalani puasa Ramadhan ter
POS KUPANG.COM -- Invasi Rusia ke tetangganya Ukraina kini sudah memasuki bulan kedua
Pada saat yang sama umat islam di seluruh dunia juga menjalani puasa Ramadhan termasuk umat islam di Ukraina
Kini umat Islam Ukraina harus merasakan dampak insvasi Rusia. Mereka harus berpusa dalam kondisi perang dimana makanan dan kebutuhan lain sangat minim
Para pemimpin minoritas umat Islam di Ukraina mengaku kesulitan menjalani ibadah puasa sebagai dampak serangan Rusia yang menghancurkan infrastruktur dan mengganggu ketersediaan pasokan bahan pokok.
“Sejak tahun 2014 umat Islam di Ukraina, terutama di Crimea kesulitan untuk beribadah. Tiga masjid dihancurkan, dan sekarang untuk menjalankan ibadah saja, mendapatkan air pun sulit.
Baca juga: Jamin Keamanan Pengerjaan Waduk Lambo, Polres Nagekeo Gelar Upacara Rutin di Titik Nol
Ibadah selama Ramadan akan sulit,” tutur Mufti Ukraina, Sheikh Said Ismagilov dalam sebuah video dari sebuah diskusi bertajuk “Apa betul Naziisme berkembang di Ukraina?” seperti dikutip dari rilis Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia, Senin (4/4).
Diskusi tertutup melalui aplikasi zoom tersebut digelar Center of Communication Crisis and Conflict (C4) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid (Usahid) Jakarta dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) akhir Maret lalu.
Hadir dalam diskusi tersebut Vasyl Hamianin Dubes Ukraina untuk Indonesia, Sheikh Said Ismagilov Mufti (Pemimpin umat Islam) Ukraina, Sheikh Aider Rustemov Mufti komunitas Islam Crimea Tartar dan Romo Andrii Zelinskyi yang berasal dari Gereja Katolik Yunani.
Baca juga: Militer Rusia Mundur Dari Kyiv, Ukraina Klaim Pasukan Putin Malah Tanam Ranjau di Mayat
Berdasarkan agama, populasi Ukraina didominasi oleh Kristen Ortodoks. Orang Islam di Ukraina berjumlah sekitar 4% dari keseluruhan jumlah penduduknya. Kebanyakan mereka adalah kaum Tatar Krimea dan tinggal di semenanjung Krimea.
Di Kota Kiev sendiri ada sekitar 50.000 warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara. Mereka memiliki Masjid Ar-Rahma yang berada di jantung kota. Masjid ini didirikan sebagai simbol persaudaraan dan perdamaian.
Organisan Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA), di bawah Kabinet kementerian kabinet Ukraina menyatukan seluruh komunitas muslim di Ukraina. Pemimpin DUMA yang mengorganisir di antara komunitas muslim Ukraina dan luar negeri.
DUMA berupaya menyebarkan ajaran Islam yang benar guna melawan ideologi ektrimis yang saat ini oleh sebagian orang disematkan kepada Islam.
Baca juga: Propaganda Intelijen Barat Berhasil! Putin Disebut Ketakutan Hingga Tarik Pasukan Rusia dari Ukraina
DUMA merupakan anggota tetap dari Dewan Keagamaan dan Tempat Ibadah Seluruh Ukraina. DUMA melibatkan diri dalam berbagai konferensi, simposium termasuk berpartisipasi dalam pembentukan dialog lintas agama.
Kehidupan masyarakat Muslim Ukraina di wilayah semenanjung Crimea mendapat tekanan hebat sejak tahun 2014 ketika Rusia mendukung pemberontakan kelompok separatis mayoritas etnis Rusia beragama Kristen Ortodoks.
Menurut Sheikh Aider Rustemov Mufti komunitas Islam Crimea Tartar masyarakat hidup damai berdampingan ketika Ukraina merdeka dari Uni Soviet, namun hal tersebut berubah drastis sejak Rusia menginvasi wilayah Crimea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ukraina-asap-mengepul-setelah-serangan-rusia-di-pusat-per.jpg)