Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 28 Maret 2022: Rendah Hati, Iman dan Cinta

Kesulitan hidup selalu menghadang kita dan membuat kita takut dan cemas. Bagaimana kita dapat bersorak dan bersukacita dalam kesulitan?

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik, Senin 28 Maret 2022: Rendah Hati, Iman dan Cinta (Yoh 4:43-54)

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Kesulitan hidup selalu menghadang kita dan membuat kita takut dan cemas. Bagaimana kita dapat bersorak dan bersukacita dalam kesulitan? Bdk. Yes 65:18-19.

Apa hambatannya? Prinsip hidup, cara berpikir, cara berkata, harta milik, jabatan, dan cara bertindak yang dianggap hebat dan lebih dari orang lain dan apalagi jika kelebihannya diakui oleh orang lain, sering menjadi istana yang memupuk rasa aman, rasa sombong dan tanpa kita sadari menjadi penjara.

Sikap pegawai istana dalam Injil Yohanes hari ini menjadi pegangan. Ia berada dalam lindungan istana, pusat seluruh kekuasaan masyarakat. Tetapi ia keluar dari istana. Ia sudah mendengar tentang Yesus.

Oleh karena itu, ada dorongan dari dalam dirinya sendiri, "Pergi ke luar, dan di luar sana Anda mendapatkan jalan keluarnya, karena di luar ada Yesus dan Anda dapat bertemu dengan Yesus!"

Pegawai istana sadar bahwa istana mempunyai segalanya, tetapi tidak dapat mengatasi semua persoalan. Beriman berarti pergi ke luar dari kemapanan, berziarah dalam batin kita untuk menjangkau dunia yang lebih luas.

Kita dapat memetik dari pegawai istana 3 sikap positif yakni sikap rendah hati, iman dan cinta. Dengan ketiga sikap ini, sang pegawai istana bisa bertemu dengan Yesus yang adalah sumber sukacita dan sorak sorai menurut Nabi Yesaya dalam bacaan pertama hari ini (Yes 65:17-21). Ia menciptakan hidup baru, langit dan bumi baru bagi kita. (Yes 65:1).

Tuhan Yesus, Dikaulah sumber sukacita dan harapan kami. Kepada-Mu kami datang bersembah sujud. Amin.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 28 Maret 2022:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan I: Yes 65:17-21

Tidak akan terdengar lagi bunyi tangisan dan bunyi erang.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Allah, "Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru!

Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan.

Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai, dan penduduknya penuh kegirangan.

Aku akan bersorak-sorai karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan, dan bunyi erang pun tidak.

Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk.

Sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.

Demikianlah sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b

Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas.

*Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,
sebab Engkau telah menarik aku ke atas,
dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku.
Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati,
Engkau menghidupkan aku di antara mereka
yang turun ke liang kubur.

*Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan,
hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya,
dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
Sebab sesaat saja Ia murka,
tetapi seumur hidup Ia murah hati;
sepanjang malam ada tangisan
menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

*Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku!
Tuhan, jadilah penolongku!
Aku yang meratap
telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari.
Tuhan, Allahku,
untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil: Am 5:14

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Allah akan menyertai kamu.

Bacaan Injil: Yoh 4:43-54

Lihat anakmu hidup.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea.

Sebab Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.

Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.

Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur.

Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sedang sakit.

Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya, lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

Maka kata Yesus kepadanya, "Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya."

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya, "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya, "Pergilah, anakmu hidup!"

Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.

Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh.

Jawab mereka, "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."

Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, "Anakmu hidup."

Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Demikianlah sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved