Perang Rusia Ukraina
Memanas, Rusia Tantang NATO Perang, Tolak Pasukan Perdamaian ke Ukraina
Pengiriman pasukan perdamaian ke Ukraina dapat menyebabkan konfrontasi langsung antara Rusia dan aliansi militer NATO.
Dia mengaku tidak bisa memberi tahu tanggal pasti kapan operasi militer Rusia akan berakhir, tetapi mengeklaim bahwa pihaknya juga berharap perdamaian bisa segera tercapai.
Baca juga: Bencana bagi Putin: Pasukan Rusia Menderita Radang Dingin dan Kehilangan 10% Kekuatan Invasi Mereka
Sejauh ini Rusia masih menunggu hasil perundingan tingkat tinggi yang berjalan di Belarus. Belum ada rencana untuk pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina.
“Itu bukan keinginan kami (perang), kami tidak menduduki Ukraina, kami tidak ingin menghancurkan Ukraina, kami tidak ingin menyakiti orang Ukraina. Kami tidak ingin melakukan itu.”
Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia juga membantah sejumlah gambar yang beredar, terutama soal berbagai kerusakan yang terjadi di Ukraina.
Rusia mengeklaim tidak banyak kerusakan yang terjadi. Pihaknya mengaku turut memberikan bantuan kemanusiaan dan membuka waktu untuk koridor kemanusiaan, termasuk bersedia menerima orang-orang dari Ukraina.
“Mereka bisa datang ke Rusia. Kami telah menerima sekitar seratus ribu orang Ukraina yang mau masuk ke Rusia.“ tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-puting-soal-ukraina.jpg)