MotoGP
Duo Pebalap asal Perancis Nilai Aspal Sirkuit Mandalika Membaik
Duo Pebalap asal Perancis Fabio Quartararo dan Johann Zarco Nilai Aspal Sirkuit Mandalika Membaik
Fabio Quartararo dan Johann Zarco menilai upaya tersebut membuat kondisi aspal di lintasan Sirkuit Mandalika menjadi lebih baik untuk saat ini.
Meskipun, menurut mereka, masih ada kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama di tikungan terakhir (17).
"Menurut saya, aspalnya tidak buruk. Saya menemukan ada lima atau enam titik di mana aspal benar-benar terlepas di tikungan terakhir," kata Fabio Quartararo kepada awak media, termasuk Kompas.com, dalam konferensi pers seusai balapan, Minggu (20/3/2022).
"Akan tetapi, selain itu, saya pikir aspalnya tidak terlalu buruk. Selain tikungan terakhir, semuanya baik-baik saja," ujar Fabio Quartararo.
Baca juga: Seusai Balapan di Mandalika, Murid Rossi, Franco Morbidelli Naik Motor Polisi demi Kejar Pesawat
Fabio Quartararo juga mengaku masih merasakan serpihan aspal dalam rangkaian hari pertama MotoGP Indonesia, tetapi keadaan membaik pada hari kedua dan ketiga.
"Di FP1 dan FP2 saya terkena beberapa kerikil kecil, tapi hari Sabtu dan pagi ini (Minggu) berjalan dengan baik. Jadi, saya pikir kondisinya tidak terlalu buruk," ujar Fabio Quartararo.
Johan Zarco pun mengutarakan hal serupa. Meski melihat beberapa kekurangan, dia menilai aspal di lintasan Sirkuit Mandalika sudah menjadi lebih baik.
"Kondisinya jauh lebih baik daripada saat tes dan aspal baru yang mereka gunakan sangat bagus," ucap Johann Zarco.
Soal kondisi di Tikungan 17, Johann Zarco menilai hal itu terjadi karena waktu pengaspalan ulang yang terlalu mepet.
"Saya pikir, aspal di tikungan terakhir cepat terlepas karena mereka tidak punya waktu untuk menyelesaikannya dengan bener-benar sempurna," ucap Johann Zarco.
Baca juga: MotoGP Mandalika: Lihat Insiden Marc Marquez Terpelanting di Mandalika, Aleix Espargaro Ketakutan
"Mungkin kondisi di Indonesia, dengan hujan dan panas, tidak mendukung mereka untuk merampungkan pengaspalan ulang dengan benar," imbuhnya.
Johann Zarco memiliki keyakinan bahwa Indonesia selaku tuan rumah mampu mengatasi persoalan aspal dan lintasan.
Dibanding persoalan aspal, Johann Zarco lebih menyoroti jumlah lap yang akan dilalui para pebalap pada MotoGP Indonesia musim depan.
Menurut Johann Zarco, dengan cuaca panas di Indonesia, balapan 27 lap masih terlalu banyak.
"Tahun depan, jika kami masih harus melakukan 27 lap di sini, bagian tersulit adalah persoalan panas, bukan trek. Sebab, saya pikir (soal trek) mereka mampu memperbaikinya," ujar Johann Zarco.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/duo-pebalap-asal-perancis-nilai-aspal-sirkuit-mandalika-membaik.jpg)