Berita NTT Hari Ini
Waspada Gelombang Tinggi Bakal Terjadi di NTT
pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara bergerak dari barat laut - timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tenau Kupang menyampaikan perairan Nusa Tenggara Timur terjadi gelombang tinggi hingga 21 Maret 2022.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang BMKG Syaeful Hadi, menyebut gelombang tinggi terjadi dari 1,25-2,5 meter.
"Terjadi di Selat Sape bagian Selatan, Selat Sumba bagian barat, laut Sawu bagian Selatan, samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu," sebutnya, Minggu 20 Maret 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari arah timur laut - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-30 Knot.
Baca juga: Pemprov NTT Laporkan 771 Kasus Covid-19 Dalam Sehari, Ini Datanya
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Utara Aceh, perairan selatan Bali-NTB, perairan selatan Sumba, perairan kepulauan Sangihe- Talaud.
" Sedangkan di wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat dengan kecepatan berkisar 5-20 Knot," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur per 18-19 Maret 2022.
Prakirawan dari stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yudhi Nugraha Septiadi, Jumat 18 Maret 2022, menjelaskan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sawu Bagian Selatan dan perairan Utara Kupang-Rote.
Baca juga: Ombudsman RI-NTT: Hak Pasien Merujuk ke Fasilitas Kesehatan Yang Dituju
Sementara itu, tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang-Rote. Untuk gelombang 4,0-5,0 terjadi di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu.
Yudhi Nugraha menerangkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara bergerak dari barat laut - timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot.
Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Tenggara- Barat Daya dengan kecepatan 5-20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau perairan Utara Sabang perairan barat Nias, perairan Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Samudera Hindia barat Aceh, hingga Bengkulu, perairan Pulau Sawu dan perairan Kupang-Rote," jelasnya.
Baca juga: Kepala BMKG Sebut Hampir Semua Pantai di NTT Zona Merah
Akibat dari ini akan berdampak pada keselamatan pelayaran. Masyarakat yang tinggal di area pesisir diminta untuk waspada terhadap peluang gelombang tinggi ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perahu-nelayan-terdampar-akibat-hantaman-badai-siklon.jpg)