Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: Pasukan Rusia Paksa Ribuan Perempuan dan Anak-anak Mariupol Pindah Paksa

Dewan Kota Mariupol mengklaim pasukan Rusia memindahkan secara paksa ribuan penduduk kota, kebanyakan wanita dan anak

Editor: Ferry Ndoen
AFP/Russian Defence Ministry
Pasukan terjun payung Rusia mendarat di sebuah lapangan udara rahasia di Ukraina pada Sabtu 12 Maret 2022 Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pasukan Rusia Paksa Ribuan Wanita dan Anak-anak Mariupol Pindah Secara Paksa ke Rusia, https://aceh.tribunnews.com/2022/03/20/pasukan-rusia-paksa-ribuan-wanita-dan-anak-anak-mariupol-pindah-secara-paksa-ke-rusia. 

POS-KUPANG.COM - Dewan Kota Mariupol mengklaim pasukan Rusia memindahkan secara paksa ribuan penduduk kota, kebanyakan wanita dan anak-anak ke Rusia.

Tidak disebutkan di mana, dan AP tidak dapat segera mengkonfirmasi klaim tersebut pada Minggu 20 Maret 2022.

Oleksiy Arestovych, seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan terdekat yang membantu Mariupol sudah berjuang melawan kekuatan musuh dengan luar biasa.

Dia menegaskan saat ini tidak ada solusi militer untuk Mariupol.

Zelenskyy pada Minggu (20/3/2022) pagin mengatakan pengepungan Mariupol akan tercatat dalam sejarah atas apa yang dia katakan sebagai kejahatan perang yang dilakukan Rusia.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: 2.500 Mayat Tentara Rusia Korban Perang Ukraina Diangkut Pesawat Malam

Rusia Menggunakan Rudal Hipersonik di Ukraina untuk Pertama Kalinya
Rusia Menggunakan Rudal Hipersonik di Ukraina untuk Pertama Kalinya (via Kontan.co.id)

"Untuk menjadikan kembali ke kota ini yang damai, apa yang dilakukan penjajah, teror yang akan diingat selama berabad-abad," katanya dalam pidato video kepada bangsa.

Di Mykolaiv, tim penyelamat mencari di puing-puing barak angkatan laut yang hancur akibat serangan rudal pada
Jumat 18 Maret 2022.

Gubernur wilayah itu mengatakan para marinir sedang tertidur ketika serangan udara itu terjadi.

Tidak jelas berapa banyak marinir yang berada di dalam pada saat itu.

Baca juga: MotoGP Mandalika: Ini Perjalanan Karier Mario Suryo Aji, Pembalap Indonesia yang Berkiprah di Moto3

Namun, tim penyelamat masih mencari korban pada hari berikutnya yang berada di bawah puing-puing bangunan.

Tetapi seorang pejabat senior militer Ukraina, mengungkapkan sebanyak 40 marinir tewas.

Sehingga, menjadikannya sebagai salah satu serangan paling mematikan yang diketahui terhadap pasukan Ukraina selama perang.

Perkiraan kematian orang Rusia sangat bervariasi, tetapi bahkan angka konservatif berada di angka ribuan.

Rusia memiliki 64 kematian dalam lima hari pertempuran selama perang 2008 dengan Georgia.

Rusia juga kehilangan sekitar 15.000 di Afghanistan selama 10 tahun, dan lebih dari 11.000 dalam pertempuran bertahun-tahun di Chechnya.(*)

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved