Senin, 4 Mei 2026

Liga Inggris

Ini yang Dilakukan Usahawan Asal Portugal Ricardo Silva Demi Mendapatkan Chelsea

Ini yang Dilakukan Usahawan Asal Portugal Ricardo Silva Demi Mendapatkan Chelsea dari Roman Abramovich

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Firzie A. Idris
Markas Chelsea FC, Stadion Stamford Bridge. Lihat Foto Markas Chelsea FC, Stadion Stamford Bridge. 

POS-KUPANG.COM, LONDON - Klub Premier League Chelsea masih menjadi bahan pembicaraan banyak kalangan pemangku kepentingan sepak bola. Klub berjulukan The Blues itu ditinggalkan pemiliknya, Roman Abramovich, yang tersandung kebijakan pemerintah Inggris.

Roman Abramovich disebut-sebut dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin dengan kebijakannya menyerang Ukraina membuat banyak negara kehilangan simpati.

Inggris salah satu negara yang memilih berseberangan dengan kebijakan Putin. Alhasil, Inggris juga yang membersihkan segala kedekatan, baik orang maupun institusi, dengan Vladimir Putin. Roman Abranovich pun, ikut terkena dampak itu. Faktanya, Roman Abramovich melepas Chelsea pada Februari 2022.

Putuslah hubungan antara Roman Abramovich selama 19 tahun dengan Chelsea. Saat ini, banderol harga jual Chelsea sudah susut hingga sekitar Rp 28,8 triliun.

Sebelumnya, pada Februari 2022, harga jual Chelsea masih ada di kisaran Rp 57 triliun. Sementara itu, Grup Raine, sebuah grup bank investasi yang berbasis di New York akan bertindak sebagai pengawas dalam proses jual-beli ini.

Baca juga: Liga Champions: Chelsea vs Real Madrid Perempat Final Liga Champions, Misi Balas Dendam Los Blancos

Selanjutnya, Jumat (18/3/2022) adalah tenggat akhir untuk penawaran pembelian Chelsea. Tercatat, ada nama-nama yang masuk dalam daftar penawar untuk Chelsea.

Nama-nama itu beragam asal-usulnya mulai dari wakil rakyat, pemilik klub olahraga hingga juragan peralatan kesehatan, termasuk fans Chelsea sendiri. Pertama adalah keluarga Ricketts dari AS menjadi salah satu nama penawar Chelsea. Keluarga Ricketts adalah pemilik klub bisbol anggota Liga AS, Chicago Cubs.

Keluarga ini menyiapkan manajer penjamin dananya, Ken Griffin. Salah satu anggota keluarga ini adalah Joe Ricketts yang menjadi pemimpin di platform penjualan barang-barang elektronik, TD Ameritrade.

Perusahaan berbasis digital ini adalah tulang punggung pengisi pundi-pundi keluarga Ricketts. Anak Joe Ricketts adalah Tom Ricketts. Tom adalah bos utama di Chicago Cubs.

Kemudian, nomor dua, ada konsorsium Anther pimpinan Todd Boehly asal Negeri Uwak Sam (US) yang juga menjadi penawar. Todd Boehly adalah bagian dari kepemilikan klub liga bisbol AS, Los Angeles Dodgers.

Baca juga: Ini Hasil Drawing Liga Champions: Big Match Chelsea Vs Real Madrid, Man City Vs Atletico

Selanjutnya, ketiga, ada taipan asal Swiss, Hansjorg Wyss. Wyss adalah pendiri sekaligus pemimpin Synthes Holding AG, perusahaan yang bergerak di bidang peralatan kesehatan.

Ada juga, keempat, nama Jonathan Goldstein. Goldstein adalah bos properti yang berbasis di London, Cain International.

Urutan berikutnya, kelima, adalah Danny Finkelstein yang saat ini menjadi wakil rakyat Inggris dari Partai Konservatif.

"Saya senang menjadi bagian dari penawar Chelsea bersama orang-orang yang mengetahui caranya memanfaatkan uang," tutur Danny Finkelstein.

Ada juga, keenam, nama Michael Broughton, mantan bos Liverpool dan perusahaan penerbangan Inggris, British Airways.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved