Ramadan 2022

Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Juga Adab Berbuka Sesuai Anjuran Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada di antara sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW yakni menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.

Editor: Yeni Rahmawati
TRIBUN-TIMUR.COM
Ada berbuka puasa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW 

POS-KUPANG.COM - Umat Islam telah melewati malam nisfu sya'ban tadi malam tepatnya di hari Kamis (17/2).

Umat Islam membaca Surah Yasin 3 kali dengan niatan panjang umur, rezeki berlimpah dan ketetapan iman, kemudian ditutup dengan doa nisfu sya'ban.

Setelah itu, hari ini dilanjutkan dengan puasa nisfu sya'ban.

Dilansir dari BanjarmasinPost.co.id, hari ini, sebagian umat Islam mengerjakan Puasa Nisfu Syaban. Nah, apa Doa Buka Puasa Nisfu Syaban? Simak juga ceramah Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada di antara sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW yakni menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.

Baca juga: Besok Hari Jumat, Waktunya Puasa Nisfu Syaban, Begini Bacaan Niat, Doa, Amalan dan Keutamaannya

"Apa hikmah dibalik ibadah ini? Bahwa ibadah puasa buka berlomba lama-lama lapar. Ketika ada orang berpuasa yang menyambung satu hari dengan hari berikutnya, justru tidak diterima oleh Allah SWT," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube VDVC religi.

Ditambahkannya, yang paling baik adalah menyegerakan berbuka.

Meski harus segera buka, namun tetap setelah masuk waktu maghrib.

Tepatnya setelah kumandang adzan magrib langsung membatalkan puasa atau berbuka disertai mengucap Bismillahirrahmanirrahim.

Makanan saat berbuka yang baik adalah makanan yang manis, Ustadz Abdul Somad mengatakan hal ini karena perut telah kosong atau kering selama belasan jam.

Baca juga: Lafadz Niat Puasa Nisfu Syaban Arab dan Latin, Waktu Puasa Nisfu Syaban Jelang Ramadan

Makanan manis juga sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW yang tak lain adalah kurma.

"Dengan menyegerakan berbuka kita sudah menyediakan hak kepada tubuh, termasuk berbuka tepat pada waktunya," ujarnya.

Sementara sebelum memulai puasa, disunnahkan kepada umat muslim untuk melakukan sahur.

"Di dalam sahur terdapat barokah, andai ada yang tidak bisa bersahur minimal minum seteguk untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Sahur hendaknya dilakukan hingga waktu akhir sebelum fajar terbit atau waktu subuh tiba. Namun sebelum memasuki adzan subuh umumnya ada waktu imsak.

Baca juga: Hukum Puasa Nisfu Syaban Yang Jatuh Hari Jumat, Penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Bulan Syaban

Imsakiyah adalah pertanda menjelang terbit fajar, hal ini menunjukkan agar berhati-hati dan segera bersiap mengakhiri sahur.

"Fajar Shodiq telah terbit maka tidak ada lagi waktu untuk makan, tapi mengakhirkan beberapa detik menit sebelum adzan amat sangat baik," pungkasnya.

Doa Berbuka Puasa

Doa buka puasa sifatnya universal. Biasa digunakan untuk puasa Ramadhan maupun puasa sunnah seperti Nisfu Sya'ban.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada dua versi doa buka puasa yang kerap dibaca umat muslim.

Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban Jelang Ramadan 2022, Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Tak Sempat Sahur

Doa tersebut adalah sebagai berikut:

Doa 1

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Doa 2

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Artinya: “Hilanglah dahaga, basahlah tenggorokan-tenggorokan, dan telah ada pahala, insyaAllah.”

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad tapi Syaikh Ibnu Utsaimin Ulama Saudi Arabia," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ustadz Menjawab.

Ustadz Abdul Somad menambahkan, meski hadistnya dhoif atau lemah tetap boleh dipakai.

Hadits dhoif tersebut boleh digunakan bila cukup 5 syarat, pertama bukan masalah akidah tauhid.

Poin kedua bukan masalah halal haram, poin ketiga tidak terkait dengan riwayat kazab pendusta.

"Keempat masih bernaung di bawah hadist shahih dan kelima sebagai motivasi beramal, maka boleh dipakai," ujarnya.

Satu dari dua hadist tersebut yang dhoif adalah

للّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Meski statusnya lemah, Ustadz Abdul Somad mengimbau untuk tak memperdebatkan hal tersebut. Bagi yang ingin membaca dibolehkan bagi yang membaca doa versi yang lain juga dibolehkan. (*)

Berita Terkait Ramadhan 2022

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban di Sini, Ustadz Abdul Somad Juga Jelaskan Soal Adab Berbuka

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved