Breaking News:

Cerpen

Jangan Panggil Saya Pater

Awalnya orang tua memberikan nama Karolus. Kemudian berganti nama Peter atas maunya Pater Peter sebagai “kado kenangan  bertugas  di paroki ini”.

Editor: Agustinus Sape
IMCNews.ID
Ilustrasi 

Selain guru Bahasa Inggris di SMA, Peter bujangan 28 tahun terpilih jadi guru agama dan pembina umat salah satu stasi.

Menurut cerita pastor paroki, Peter memenuhi kriteria sebagai pembina umat. Muda usia tua pengalaman. Renungannya dalam banyak kesempatan dinilai berbobot, mudah dipahami semua kalangan, dan berdaya ungkit secara moral.

Karena itu, wajar saja kalau umat mempertahankan dia mati-matian dan tidak sudi melepas ke stasi lain.

Peter setiap kali ke stasi selalu bersama Yetty, seorang gadis cantik rupawan bersuara emas dan pandai bergaul. Kehadiran Yetty bersama Peter berpengaruh positif terhadap partisipasi umat stasi bersangkutan.

Misalnya anggota umat yang awalnya malasan masuk gereja dan anti ikut koor, dengan hadirnya Yetty sekarang rajin minta ampun dan ramai-ramai bergabung jadi anggota koor.

Umat yang sudah tua ompong saja tidak mau ketinggalan karena kepingin hebat menyanyi seperti Yetty.

Siapakah Yetty sebenarnya? Yetty anak petani kampung seperti halnya Peter. Meski anak kampung, karakternya tidak kampungan.

Ayah-ibu Yetty orang biasa-biasa saja, kalau tidak mau dikatakan miskin melarat tidak punya apa-apa. Tidak punya uang, tidak punya rumah bagus, tidak punya pergaulan, tidak punya pendidikan, tidak punya bakat nyanyi.

Semua kata “tidak” ada dalam keluarga Yetty. Gadis Yetty membuka sendiri, bahwa sejujurnya dia dari keluarga yang tidak punya…

Tetapi setelah Yetty menjadi sarjana Fisika dengan modal bantuan Yayasan Peduli Anak Bangsa dan setelah Yetty menjadi guru SMA, maka alhamdulillah semua yang tadinya dibilang “tidak punya.., sekarang ditutup rapat dengan kemampuan Yetty sebagai guru yang bersuara emas.

Yetty dan Peter awalnya teman biasa-biasa saja. Keseringan bersama-sama ke stasi dan ke mana pun itu semata-mata tuntutan pelayanan terhadap sesama.

Namun setelah mendengar saran pendapat dari orang-orang kepercayaan, bahwa Yetty dan Peter adalah pasangan yang ideal, maka akhirnya Peter berani menyatakan cinta.

Bagaimanakah reaksi Yetty? Spontan ia jawab, “Mengapa baru sekarang?”

Di luar dugaan Peter, bahwa ternyata sudah begitu lama Yetty menunggu kapan Peter melamarnya sebagai kekasih hati yang setia.  

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved