Kamis, 30 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Negara Barat Terus Berikan Sanksi ke Rusia, Putin Singgung Deklarasi Perang

Putin menegaskan kembali bahwa tujuannya di Ukraina adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" negara i

Tayang:
Editor: Eflin Rote
Tribunnews.com
Presiden Rusia, Vladimir Putin ternyata sangat berambisi untuk menguasai Ukraina seluruhnya. Rahasia ini dibongkar Presiden Perancis, Emmanuel Macron setelah berbicara 90 menit dengan Presiden Putin. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Sabtu (5/3/2022), bahwa sanksi Barat terhadap Rusia serupa dengan deklarasi perang dan memperingatkan bahwa setiap upaya untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan sama saja dengan memasuki konflik.

Putin menegaskan kembali bahwa tujuannya di Ukraina adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" negara itu sehingga menjadi netral.

Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak itu sebagai dalih tak berdasar untuk melakukan invasi yang Putin luncurkan sejak Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Rusia Invasi Ukraina & Dibayangi Sanksi Barat Tapi China Malah Kena Dampaknya, Sebut AS Jadi Dalang

Barat pun telah memberlakukan berbagai sanksi yang bertujuan untuk mengisolasi Moskwa.

"Sanksi yang dikenakan ini mirip dengan deklarasi perang, tetapi syukurlah tidak sampai ke sana," kata Putin, berbicara kepada sekelompok pramugari wanita di pusat pelatihan Aeroflot dekat Moskwa, dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan setiap upaya oleh kekuatan lain untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan dianggap oleh Rusia sebagai langkah ke dalam konflik militer.

Baca juga: Beraninya Pengusaha Ini Tawarkan 14 Miliar untuk Tangkap Presiden Rusia Vladimir Putin, Siapa Dia?

NATO sendiri telah menolak permintaan Ukraina untuk memberlakukan zona larangan terbang, dengan alasan itu akan meningkatkan perang di luar Ukraina.

Menyinggung isu wajib militer

Dalam kesempatan itu, Putin turut berkomentar soal isu wajib militer bagi warga Rusia di Ukraina.

Baca juga: China Curi Kesempatan, Saat Invasi Rusia ke Ukraina, Tiongkok Latihan Perang di Laut China Selatan

Putin mengatakan tidak ada wajib militer yang terlibat dalam operasi militer di Ukraina, yang katanya hanya dilakukan oleh tentara profesional.

"Tidak ada satu wajib militer dan kami tidak berencana untuk itu," kata Putin.

"Tentara kita akan memenuhi semua tugas. Saya tidak meragukan itu sama sekali. Semuanya berjalan sesuai rencana," tambah dia.

Baca juga: Benarkah Ada Kepentingan Bisnis Senjata di Balik Perang Rusia Vs Ukraina? Ini Faktanya

Putin menepis kekhawatiran bahwa semacam darurat militer atau situasi darurat dapat diumumkan di Rusia.

Dia mengatakan tindakan seperti itu hanya dikenakan ketika ada ancaman internal atau eksternal yang signifikan.

"Kami tidak berencana untuk memperkenalkan rezim khusus apa pun di wilayah Rusia, saat ini tidak perlu," kata Putin.

Baca juga: Sniper Ukraina Tewaskan Jendenral Komandan Pasukan Lintas Udara Rusia, Perlawanan Kiev Makin Sengit

Pemerintah Putin diketahui telah menekan protes di Rusia terhadap perang.

Berita Rusia Ukraina Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Putin Sebut Sanksi Barat Serupa dengan Deklarasi Perang"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved