Minggu, 12 April 2026

Liga Spanyol

Atasi Masalah Finansial Klub, Barcelona Ingin Bikin Mata Uang Kripto

Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengatakan, mengatasi masalah financial klub, pihaknya ingin membuat mata uang kripto

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/BARCA TV
Presiden Barcelona Joan Laporta memberikan penjelasan kepada media perihal kegagalan Blaugrana memperpanjang kontrak Lionel Messi pada Jumat (6/8/2021). 

POS-KUPANG.COM - Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengatakan, untuk mengatasi masalah financial atau membantu perekonomian klub, pihaknya ingin membuat mata uang kripto.

Menurut laporan Daily Mail, Rabu (2/3/2022), Barcelona sebenarnya mendapat tawaran untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan kripto. Namun, klub berjulukan Azulgrana ini menolak karena ingin mengembangkan mata uang digital sendiri tanpa campur tangan pihak lain.

"Kami ingin mendapatkan peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi. Tujuan kami adalah memenangkan gelar dan membuat penggemar senang," ujar Laporta.

"Tetapi kami juga harus mendapat keuntungan dari banyak sisi di industri olahraga. Ini masalah bertahan hidup."

Laporta menguraikan visi tersebut ketika berbicara dalam event Mobile World Congress di Barcelona.

Baca juga: Rumor Mesut Ozil, Kini Eks Bintang Barcelona Merapat ke RANS Cilegon FC?

Dia bersikeras Barcelona melakukan hal itu karena mereka harus imajinatif dalam era sekarang yang serba digital.

"Kami sedang mengembangkan metaverse sendiri. Itulah sebabnya kami menolak kesempatan dikaitkan dengan perusahaan mata uang kripto mana pun," ungkapnya.

"Kami ingin membuat kripto sendiri dan kami harus melakukannya sendiri. Kami berbeda karena kami bertahan secara finansial dari apa yang kami hasilkan melalui industri olahraga."

"Kami tidak memiliki perusahaan besar atau pemegang saham di belakang kami. Itu memaksa kami terus imajinatif, inovatif, berani dan selangkah lebih maju di banyak bidang yang mengelilingi industri olahraga."

Klub Katalunya ini mengakui, mereka memiliki utang senilai 1 miliar euro (sekitar Rp 15,936 triliun) tak lama setelah Laporta kembali terpilih menjadi presiden.

Baca juga: Singkirkan Barcelona, Real Madrid Lolos ke Final Piala Super Spanyol 2022

Situasi ini yang membuat Barca terpaksa melepas megabintang mereka, Lionel Messi, karena persoalan gaji.

Kontrak sang kapten tidak diperpanjang sehingga Messi angkat kaki dari Camp Nou dan bergabung secara gratis dengan Paris Saint-Germain pada musim panas 2021.

Sejak itu, Barca berusaha keras membenahi sektor finansial klub. Elemen digital diharapkan bisa membantu The Catalans keluar dari persoalan pelik tersebut.

"Ini sesuatu yang dapat kami bagikan dengan penggemar di seluruh dunia-sekitar 300 juta dari mereka," ujar Laporta.

"Saya bisa mengumumkan sesuatu yang lain, tetapi harus hati-hati karena masih rahasia."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved