Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 2 Maret 2022: Puasa dan Pantang Rabu Abu
Puasa dan pantang sudah merupakan praktek yang biasa dalam hidup. Minggu lalu saat merekomendasikan untuk periksa labor, saya diingatkan agar berpuasa
Renungan Harian Katolik Rabu 2 Maret 2022: Puasa dan Pantang Rabu Abu
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Puasa dan pantang sudah merupakan praktek yang biasa dalam hidup. Minggu lalu saat merekomendasikan untuk periksa labor, saya diingatkan agar berpuasa.
"Pastor ... makan dan minum terakhir sebisanya jam 20.00 ya". Hal yang sama, ketika mengunjungi kenalan yang akan menjalani operasi, di depan tempat tidurnya tergantung kertas kecil bertuliskan "puasa".
Berpuasa, pun berpantang, tentu ada maksud dan faedahnya. Belum lama berselang saya pernah mampir di rumah salah seorang keponakan. Saat makan malam, saya lihat dia hanya menyantap buah.
Saya lantas bertanya, "Kamu nggak makan?" Anak-anaknya serentak berseru, "Mama diet ... sonde makan karbohidrat, makan buah sa ... mau turunkan berat badan, pengen langsing!"
Seorang pastor yang "terkena" diabetes, dengan sengaja berpuasa untuk menjaga agar kadar gula dalam darahnya tidak naik meninggi. Kalau tidak dia terpaksa harus menjalani terapi insulin.
Tiap tahun orang Katolik mesti berpuasa dan berpantang. 40 hari lamanya. Mulai hari Rabu Abu hingga malam Paskah.
Menjelang hari Rabu Abu ini, kemarin saya terima pesan WA dari seseorang. "Romo boleh nanya nggak tentang pantang dan puasa besok? Koq gampang banget kita berpuasa dan berpantang ya ... untuk apa sih?"
Saya menjawab, "Memang gampang sih, tapi sesungguhnya susah juga lho! Mungkin bagi kamu mudah sih makan kenyang sekali sehari. Tak sulit berpantang daging atau garam pada tiap hari Jumat selama masa prapaskah.
Tapi bagi yang lain barangkali tidak gampang. Coba lihat! Ada suami yang "diancam" istri agar berhenti merokok sehari saja susahnya minta ampun. Apalagi kalau dia harus berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati karena selama ini jauh banget dari Tuhan".
Saya pun singgung, lewat nabi Yoel, Tuhan bersabda, "Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakanlah hatimu, jangan pakaianmu" (Yoel 2:12-13).
Menurut nubuat nabi Yoel, orang Israel memang kadang mesti berpuasa. Mulai dari rakyat biasa sampai raja; dari bayi hingga orang tua. Semua tak terkecuali harus berkabung, menyesal dan mengakui dosa.
Salah satu ekspresi yang mereka tunjukkan adalah mengoyakkan pakaian. Melalui tindakan itu, mereka mengakui keberadaan diri, ketidaklayakan, dan dosa mereka di hadapan Allah yang Mahakudus.
Namun hal yang ditekankan bukan mengoyakkan pakaian, melainkan mengoyakkan hati (Yoel 2:13). Dus, yang paling penting adalah "puasa hati". Puasa lahiriah mesti merupakan ekspresi dari puasa batiniah.
Sebuah terjemahan tertulis demikian, “Biarkan hatimu yang hancur menunjukkan penyesalanmu, mengoyak pakaian tidaklah cukup".
Pakaian adalah penampakan lahiriah, bisa sekadar topeng atau tipu daya. Allah menghendaki penyesalan dan perubahan batiniah.
Dengan begitu, dapatlah dikatakan, ungkapan "koyakanlah hati" berarti cabiklah hati, remukkan hati, supaya bisa dibentuk jadi baik lagi. Hati yang busuk, buruk diremukkan dan dipermak, diperbaiki, direparasi, diservis. Itu sama artinya bertobat, berpaling kepada Allah dengan sepenuh hati, bukan pura-pura.
Hari ini saya mulai berpuasa pun berpantang. Dengan serius saya bertekad sungguh-sungguh makan kenyang cukup sekali, berpantang tak hanya daging dan garam, tapi terlebih hal atau barang yang membuatku begitu "terpikat dan terikat".
Ini saya lakukan bukan supaya dilihat orang, tapi karena saya memang mau berpaling, berbalik sungguh kepada Tuhanku (bdk. Matius 6:1-6. 16-18).
Sejalan dengan itu, saya pun mau berdoa, lebih dekat dengan Tuhan, lebih dekat dengan sesama, dengan beramal dan berbagi.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 2 Maret 2022:
Bacaan I: Yoel 2:12-18
Koyakkanlah hatimu, dan janganlah pakaianmu.
Bacaan dari Nubuat Yoel:
"Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh."
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia,
dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.
Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan, Allahmu.
Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.
Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka.
Mengapa orang berkata di antara -bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17
Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.
*Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!
*Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
dosaku selalu terbayang di hadapanku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa,
yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
*Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
*Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku.
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
Bacaan II: 2Kor 5:20-6:2
Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan.
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.
Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kamu, supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima.
Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau."
Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.
Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat.
Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.
Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya,
supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.
Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa,
melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Demikianlah sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)