Senin, 13 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Putin Kehilangan Sekutu Kuncinya dalam Invasi Ukraina Saat Lukashenko dari Belarusia Menarik Diri

Presiden Belarusia juga membantah keras tuduhan pasukan Rusia menyerang Ukraina dari perbatasan Belarusia

Editor: Agustinus Sape
REUTERS via BBC INDONESIA
Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Putin Kehilangan Sekutu Kuncinya dalam Invasi Ukraina Saat Lukashenko dari Belarusia Menarik Diri dari Mendukung Upaya Rusia

Presiden Belarusia juga membantah keras tuduhan pasukan Rusia menyerang Ukraina dari perbatasan Belarusia

POS-KUPANG.COM - Vladimir Putin kehilangan sekutu kuncinya dalam "invasi besar-besaran" ke Ukraina ketika Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menegaskan bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam operasi itu.

Belarusia dipandang sebagai teman dekat Kremlin, dengan tuduhan menunjukkan bahwa pasukan Rusia menyerang Ukraina dari perbatasan Belarusia, sementara ada kekhawatiran bahwa tentara Belarusia telah membantu Putin.

Namun Lukashenko dengan keras membantah kedua klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa Belarusia tidak, dan tidak akan mengambil bagian dalam invasi yang sedang berlangsung.

“Operasi sedang dilakukan di lima arah, termasuk Krimea, Donetsk dan Luhansk. Sementara tentara Belarusia tidak ambil bagian dalam operasi militer itu," katanya.

“Kami tidak akan mengambil bagian dalam operasi khusus ini di masa depan. Kami tidak akan ambil bagian dalam operasi khusus di Ukraina ini."

Perbatasan Belarusia menjadi tuan rumah bagi negosiasi antara Ukraina dan Rusia pada hari Senin, tetapi pembicaraan berakhir tanpa menemukan kesepakatan gencatan senjata.

Pembicaraan lebih lanjut diharapkan akhir pekan ini, dengan Lukashenko memuji kedua belah pihak atas profesionalisme mereka, menambahkan bahwa ia berharap pembicaraan akan mengakhiri perang.

“Saya harus menekankan profesionalisme Rusia dan Ukraina dalam pembicaraan. Ini memberi harapan bahwa pembicaraan ini mungkin akan membantu mengakhiri perang. Tapi percayalah, semuanya tergantung pada Ukraina," tambahnya.

BelarusI telah terkena serangkaian sanksi setelah mengizinkan Rusia menggunakan wilayahnya.

Inggris mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menjatuhkan sanksi terhadap individu dan organisasi Belarusia.

"Rezim Lukashenko secara aktif membantu dan bersekongkol dengan invasi ilegal Rusia dan akan merasakan konsekuensi ekonomi atas dukungannya kepada Putin," kata Menteri Luar Negeri Liz Truss dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa diperkirakan akan meningkatkan sanksinya terhadap Belarusia dalam beberapa hari mendatang.

Seorang juru bicara Kremlin mengatakan delegasi Rusia siap melanjutkan pembicaraan dengan para pejabat Ukraina tentang perang kedua negara.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved