Berita Kupang Hari Ini
Diterjang Banjir Kiriman Sungai Siumate, Warga Nitnae-Kupang Mintan Bantuan Berlanjut
Penyebab utama banjir di desa Natae dan desa Tuakau karena tersumbatnya gorong-gorong jembatan Sungai Siumate
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Penyebab utama banjir di desa Natae dan desa Tuakau karena tersumbatnya gorong-gorong jembatan Sungai Siumate
Menurut Kepala Desa Naitae Kores Abraham Laome, Sabtu 26 Februari 2022 bentuk jembatan Kali Siumate yang dibangun berbentuk gorong-gorong oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II melalui PT. Waskita Karya disinyalir menjadi penyebab banjir besar di Siumate, Desa Naitae dan desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.
Kades Kores menjelaskan banjir besar terjadi pada Rabu 23 Februari 2022 sekitar pukul 16.00 WITA tersebut mengakibatkan satu orang warga atas nama Abraham Nofu meninggal dunia terbawa banjir, dan ratusan warga mengalami kerugian material jutaan rupiah.
Dengan bentuk konstruksi seperti itu tentunya tidak sangat efektif karena banyak material hasil banjir yang tersumbat menyebabkan harus air menjadi terhambat.
Baca juga: 85 Pasien Covid-19 di Kota Kupang Sembuh
Situasi jembatan sungai Siumate penyebab banjir di desa Naitae dan Tuakau (POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN)
Terhambatnya jalur air membuat sungai Siumate meluap dan merendam belasan rumah di Desa Naitae dan Desa Tuakau.
" banjir ini terjadi karena penyumbatan di gorong-gorong akibat material banjir seperti kayu, babmbu dan batu serta lumpur yang tersumbat di di gorong-gorong jembatan yang dibangun oleh PT. Waskita Karya," jelas Kores.
Dari situ dia meminta agar pemerintah pusat provinsi dan kabupaten segera melakukan tanggap darurat bencana di Desa Naitae Dan Tuakau.
Kades Kores juga meminta agar mereka segera bersikap tegas kepada PT. Waskita Karya untuk segera membuat bronjong agar menghalangi jalur air yang masuk ke pemukiman.
Baca juga: Gejala Penyakit Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Demam hingga Sesak
Dari pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi terdapat sekitar 20 meter bagian pinggir sungai yang dibronjong sengaja dibiarkan lebih rendah
Akibatnya saat gorong-gorong jembatan tersumbat oleh material banjir arus air barubah dan keluar lewat sisi sungai yang rendah tersebut kemudian masuk ke wilayah pemukiman penduduk.
"Kalau bisa dia bronjong ini harus sampai dua atau tiga lapis dan setinggi 2 sampai 3 meter sehingga air waktu meluap tidak bisa ke pemukiman penduduk," kata Kores.
Karena kalau tidak demikian maka air akan tetap keluar dan membuat masyarakat takut dan tidak nyaman berada di rumah mereka.(cr9)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-naitae-dan-tuakau-saat-meman.jpg)